Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demokrat Tak Diuntungkan di Pilpres, AHY Minta Kadernya Kerja Keras di Lapangan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Sabtu, 02 Maret 2019 |20:33 WIB
Demokrat Tak Diuntungkan di Pilpres, AHY Minta Kadernya Kerja Keras di Lapangan
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa partainya tak diuntungkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, hanya partai yang kadernya diusung sebagai capres-cawapres yang diuntungkan, dan ini menjadi tantangan bagi Demokrat.

"Ini memang menjadi tantangan yang luar biasa bagi seluruh parpol kecuali parpol yang memang punya kader utama sebagai kandidat capres dan cawapres, dalam hal ini hanya ada dua partai yang sangat diuntungkan, tentu ini adalah konsekuensi logis dari sistem seperti ini," ujar AHY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Kendati AHY memahami betul hal yang harus dikerjakan Demokrat tidaklah mudah. Sebab, euforia masyarakat sedang tertuju kepada Pilpres.

Untuk memastikan kemenangan Demokrat, AHY menunjuk dua orang sebagai Panglima Koordinator Pemenangan Partai. Nama mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli pun terpilih.

(Baca Juga: AHY Tunjuk Soekarwo dan Nachrowi Ramli Jadi Panglima Pemenang Demokrat)

Pakde Karwo menjadi panglima untuk koordinator wilayah timur, yang mencakup Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Provinsi Maluku, Maluku Utara, seluruh wilayah Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara Nachrowi menjadi panglima koordinator wilayah barat mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Pulau Sumatera. Beliau berdua tentunya akan secara intensif berkoordinasi dengan saya untuk melakukan konsolidasi di berbagai daerah," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement