"Jangan sampai proses pemilihan wakil rakyat sebatas transaksional jual beli suara. Setelah memberi amplop (merasa) tidak ada lagi rasa tanggung jawab pada masyarakat yang memilihnya," tandas Henry.
Menurutnya, caleg yang melakukan politik uang saat kampanye tidak akan kembali pada masyarakat saat terpilih nanti. Karena mereka akan sibuk mencari uang untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan selama masa kampanye dengan berusaha merampok uang negara.
"Karena itu, saya tegaskan, saya tidak mau main amplop. Kalau ada konstituen yang mengharap amplop dari saya, berarti dia salah orang. Lebih baik menghabiskan uang untuk sosialisasi daripada beli suara alias amplop. Saya ingin merevolusi 2019 ini dengan pemilu tanpa amplop,” pungkasnya.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.