PAN Targetkan Minimal 10 Persen Kursi Parlemen

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 606 2026306 pan-targetkan-minimal-10-persen-kursi-parlemen-7QW4yqFSRV.jpg Sekjen PAN Eddy Soeparno (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Beberapa waktu lalu, PAN sempat disebut-sebut akan menjadi salah satu partai yang tidak lolos parliamentary threshold. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh hasil survei dari lembaga survei PolMark Indonesia.

Menurut CEO dan Founder PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah menyebut partai berlambang matahari itu memperoleh 5,9% suara di parlemen.

Sebelumnya, survei ini digelar di 73 dapil. Setiap dapilnya ada 440 responden yang diambil sampel. Sementara khusus dapil 1 Jabar ada 880 responden yang diambil surveinya.

"Bahwa PAN tidak lolos parliamentary threshold dibantah oleh hasil di 73 dapil ini. Tapi ada ambang batasnya. Ini bukan angka absolut. Sehingga 5,9 persen bagi PAN atau yang lain bisa lebih tinggi atau kurang dari hasil survei," kata Eep di acara Forum Pikiran, Akal dan Nalar di Surabaya (5/3/2019).

(Baca Juga: Caleg Perindo Beri Pelatihan Bahasa Inggris Gratis bagi Pelajar & Mahasiswa di Jambi)

Ilustrasi

Di kesempatan yang sama, Eep memaparkan hasil survei ambang batas parlemen untuk partai lainnya. Dia mennyebut PDIP memimpin dengan angka 28%, disusul Gerindra 14.1%, Golkar 13.3%, PKB 11.5%, Demokrat 6.9%, PAN 5.9%, Nasdem 5,6%, PKS 4,6%, hingga PPP 4,5%.

Menanggali hal tersebut, Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno menyebut saat ini PAN sedang menargetkan minimal 10 persen atau 58 kursi pada Pemilu 2019.

"Kita target untuk bisa mencapai 10 persen minimal, kurang lebih 58 kursi," Ungkapnya, (5/3/2019)

Meskipun saat ini PolMark menyebutkan PAN baru mendapatkan 5,9 persen suara, namun Eddy dan seluruh jajaran kader PAN optimis angka yang sudah ditargetkan akan tercapai.

"Karena berdasarkan survei-survei yang telah terjadi sebelumnya, margin error PAN itu tidak pernah di bawah hasil akhirnya, kita justru ke atas. Jadi 5,9 persen hari ini, ditambah margin error nanti, insya Allah hasilnya akan lebih tinggi," Katanya.

Menurut Eddy, strategi yang dilakukan PAN adalah mendekati masyarakat door to door campaign. "Karena bagaimana pun juga door to door campaign menyapa masyarakat itu adalah sesuatu yang paling efektif. Dan sudah terbukti dengan survey bahwa masyarakat itu memilih caleg yang memang dekat dengan warga, artinya harus datang menyambangi dan menyapa masyarakat, dan itu harus berkelanjutan," paparnya. 

(Baca Juga: Cegah Mewabahnya DBD, Caleg Perindo Asapi Permukiman di Jaksel)

Sejauh ini, menurut pengakuan Eddy, sebagian besar caleg-caleg PAN sudah melaksanakan strategi tersebut di Dapil masing-masing.

Selain itu, strategi yang dibangun PAN adalah menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) sehingga menambah keyakinan masyarakat terhadap caleg-caleg dari PAN.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini