SOLO - Generasi milenial diharapkan waspada dan tidak terjebak dalam 'ajakan atau hasutan' dari suatu kelompok radikal. Terlebih memasuki tahun politik seperti saat ini, di mana generasi milenial dituntut berpikir cerdas dan juga bijak agar tidak mudah terprovokasi.
Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta, Muhammad Mustafid. Alasannya adalah hasutan oleh kelompok radikal dinilai berpotensi memecah belah bangsa dan mengancam ideologi Pancasila yang dijunjung Indonesia.
(Baca Juga: Wiranto Kumpulkan KPU, Bawaslu hingga TNI-Polri Bahas Kesiapan Kampanye Terbuka)
"Saya sampaikan hal itu pada generasi milenial saat acara dialog publik yang digelar Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) kemarin," jelas Mustafid, Kamis (14/3/2019).
Kewaspadaan kaum milenial terhadap gerakan kelompok radikalisme di musim politik dikhawatirkan akan mengancam NKRI. Kaum milenial, mereka menjadi sasaran untuk disususpi pemahaman radikal.
"Kaum milenial kebanyakan anak muda yang masih mencari jati diri. Sehingga generasi milenial harus tahu dan waspada," ucapnya lebih lanjut.