SEMARANG - Mantan Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menyebut, banyaknya saksi yang dibutuhkan selama perhelatan Pemilu, akibat pelaksana yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap tidak kredibel. Padahal untuk membayar saksi di tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS) dibutuhkan biaya sangat besar.
"Untuk jadi siapapun perlu saksi di TPS-TPS. Kalau KPU punya kredibel, tidak perlu saksi-saksi tapi hari ini siapa mau jadi apa perlu saksi. Ongkos saksi Rp300 ribu, Rp500 ribu ngapain? Artinya KPU tidak kredibel," ujar Rizal saat mengisi Seminar Nasional dan Launching Madrasah Demokrasi Ikatan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah Periode 2018-2020, di Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat (15/3/2019).
Rizal Ramli dalam Sebuah Acara Diskusi di Semarang, Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/iNews)
(Baca Juga: Wiranto: Soal High Technology, KPU-Bawaslu Sudah Mewaspadai Itu)
Menurutnya, Pemilu di Tanah Air pernah memiliki catatan gemilang karena berlangsung tanpa menguras banyak biaya. Kala itu, pelaksana Pemilu dipegang oleh orang-orang yang kredibel dan bisa dipercaya oleh masyarakat umum.