Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rizal Ramli: Pemilu Butuh Saksi karena KPU Tidak Terpercaya

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 15 Maret 2019 |14:00 WIB
Rizal Ramli: Pemilu Butuh Saksi karena KPU Tidak Terpercaya
Rizal Ramli dalam Sebuah Acara Diskusi di Semarang, Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/iNews)
A
A
A

"Apakah Indonesia selalu begini? Tidak. Yang pertama pemilihan yang sangat demokratis tahun 1955, kedua Pemilu setelah reformasi tahun 1999. Saat itu ketuanya Pak Rudini, dengan wakilnya Abang Buyung Nasution. Sangat kredibel, tidak bisa disogok. Berjalan lancar, enggak pakai uang," terang dia.

Dia juga menyoroti sejumlah lembaga pengawas Pemilu mulai dari tingkat atas hingga daerah. Lembaga-lembaga itu dibentuk untuk mengawasi penyelenggara Pemilu yang dinilai tidak kredibel. Sebab, jika KPU bisa menjalanksn tugas dengan baik dan penuh integritas maka tidak perlu pengawasan dalan kinerjanya.

"KPU kurang dipercaya, kredibel, dibikinlah lembaga-lembaga pengawasan. Maaf, Bawaslu maksudnya bagus untuk pengawasan yang di bawah-bawahnya, tapi kembali kalau yang di bawahnya itu tidak kredibel orang-orangnya, maka tidak dapat dipercaya, perlu diawasi," bebber dia.

"Diawasi juga kadang-kadang tidak fair akhirnya tidak menghasilkan (pemimpin yang baik). Mudah-mudahan nanti kita ubah sistem. Bersamaan dengan itu kita harus restruktur dari anggota KPU dan sebagainya. Kuncinya nomor satu yaitu trust, bisa dipercaya apa enggak?" tuturnya.

(Baca Juga: KPU Kembali Mencoret 370 WNA Masuk DPT)

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement