Angkut Logistik Pemilu Pakai Truk, Ketua KPUD Bekasi Dilaporkan ke Bawaslu

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 02:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 23 606 2033831 angkut-logistik-pemilu-pakai-truk-ketua-kpud-bekasi-dilaporkan-ke-bawaslu-i0CkVjsf0k.jpg Surat suara Pemilu 2019 di Kota Bekasi diangkut dengan truk (Wijaya/Okezone)

BEKASI – Ketua KPUD Kota Bekasi, Nurul Sumarheni dilaporkan ke Bawaslu setempat oleh warga bernama Amsar, karena diduga melanggar prosedur dalam pendistribusian surat suara dan logistik Pemilu 2019. Bawaslu diminta memproses laporan tersebut.

"KPUD Kota Bekasi telah lalai dalam hal pendistribusian surat suara yang tidak sesuai prosedur," kata Amsar (36) di Bekasi, Jumat (22/3/2019).

Amsar menyorot KPUD Kota Bekasi yang mengangkut ribuan surat suara yang sudah dilipat dan dipacking plastik dengan truk bak terbuka.

Surat suara itu diangkut dari lokasi pelipatan di GOR Bekasi ke gudang logistik KPUD di Jalan Karang Satria, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, pada Rabu 20 Maret 2019.

Bak truk berisi logistik Pemilu itu dibiarkan terbuka tanpa ditutup terpal. Selain itu, tidak ada pengawalan dari kepolisian saat pengiriman.

 

Menurutnya itu kesalahan fatal dilakukan KPUD. Harusnya, kata dia, surat suara diangkut menggunakan mobil boks tertutup dan dikawal ketat oleh kepolisian.

Dalam pelaporannya ke Bawaslu, Amsar turut menyerahkan bukti rekaman video pengiriman surat suara dari GOR Bekasi ke gudang logistik KPU. Video itu sempat viral di media sosial.

"Bawaslu harus memproses KPUD Kota Bekasi sebagai penyelenggara Pemilu, atas pelanggaran kode etik," ujarnya.

Amsar bersama rekannya juga berencana melaporkan temuan itu kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). "Akan kita laporkan juga temuan ini ke pihak DKPP, agar ditindaklanjuti," katanya.

Sementara Ketua KPUD Kota Bekasi, Nurul Sumarheni meminta maaf atas pengiriman surat suara dan logistik pemilu dengan truk. Menurutnya, pendistribusian terpaksa dilakukan menggunakan truk terbuka, lantaran dihimpit waktu.

"Kami mengejar target waktu lantaran surat suara yang sudah dilipat harus segera dipindahkan ke gudang utama KPUD Kota Bekasi. Jadi kami harus mengosongkan beberapa ruang di GOR, karena pada waktu yang sama akan ada kiriman surat suara DPD," katanya.

"Saya akui telah lalai dalam pendistribusian surat suara tersebut. Saya sebagai pimpinan KPU Bekasi akan bertanggungjawab dan tidak akan terulang lagi hal seperti ini."

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini