nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerombolan Pemuda Rampas Uang dan HP 5 Pelajar di Madiun, 1 Korban Meninggal

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 23:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 29 519 2036875 gerombolan-pemuda-rampas-uang-dan-hp-5-pelajar-di-madiun-1-korban-meninggal-2NKdULtZgg.jpg Polisi Menunjukan Pelaku Pencurian dengan Tindakan Kekerasan yang Telah Mengakibatkan Seorang Pelajar Meninggal Dunia di Mapolres Madiun (foto: Madiunpos/Abdul Jalil)

MADIUN - Enam pemuda melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Madiun-Surabaya tepatnya di Exit Tol Madiun, Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Keenam pemuda tersebut kini sudah diamankan petugas Polres Madiun.

Dari enam pemuda yang melakukan pemerasan itu, dua di antaranya tergolong masih di bawah umur. Para pelaku bernama Khoiril Joko (19), Edhi (20), Mashrif (20), dan Ari, (20). Sedangkan dua pelaku yang masih di bawah umur yakni AF (17) dan AD (17). Mereka berenam merupakan warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Pencuri Kembalikan Helm Curian, Tulis Permohonan Maaf karena Sudah Khilaf 

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengatakan keenam pemuda ditangkap masing-masing di rumahnya, pada Selasa 25 Maret 2019. Mereka merampas barang milik lima remaja yang sedang menongkrong di depan exit Tol Madiun.

Lima remaja yang menjadi korban yaitu M. Pandugiri (14), Nasrul W (15), Additya (13), Saifyulloh A (14), dan Ridho Cahyo (14). Kelima remaja ini merupakan pelajar tingkat SLTP di Kabupaten Madiun.

"Ada pelajar kelas VIII MTs V Madiun, ada yang dari SMPN 1 Mejayan kelas IX, ada yang kelas VIII SMPN 1 Mejayan, dan ada yang pelajar MTsN 1 Mejayan," kata Kapolres kepada wartawan di Mapolres Madiun, Jumat (29/3/2019).

Dia menjelaskan, akibat tindak pencurian dengan kekerasan itu satu korban meninggal dunia karena tenggelam di sungai saat sedang menyelamatkan diri. Korban itu bernama Ridho Cahyo. Jasadnya ditemukan di sungai di wilayah Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, kata dia, awalnya keenam pelaku perampasan ini memang kerap meminum-minuman keras. Pada Sabtu 23 Maret 2019 malam, tersangka Khoirul bersama teman-temannya sedang pesta miras di warung di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan.

"Saat itu, tersangka Khoirul mengirim pesan kepada AF. Dalam pesan itu, Khoirul menanyakan malam itu ada sasaran tidak. Kemudian AF bilang belum ada sasaran dan nanti saat ada sasaran akan dikabari," jelas Ruruh.

Selanjutnya pada Minggu 24 Maret 2019 tengah malam, tersangka Khoirul mendapatkan pesan dari AF. AF memberitahu ada sasaran anak jalanan di depan exit Tol Madiun.

Mendengar kabar itu, Khoirul bersama lima temannya menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Varia berpelat nomor AE 5585 L berboncengan tiga orang. Dan tiga tersangka lainnya mengendarai Honda Kharisma berpelat nomor AE 5025 E.

Kemudian para tersangka ini mendatangi rombongan korban dan mengancam dengan sebilah pisau. Tersangka meminta HP dan uang para korban.

"Uang yang dimiliki para korban Rp13.000 dan satu unit HP," jelas dia.

Baca Juga: Polisi Tangkap Komplotan Begal Sadis di Makassar 

Dari lima korban yang diadang para pelaku, dua korban yaitu Nasrul dan Ridho melarikan diri dengan melewati sungai. Namun, Ridho yang tidak bisa berenang hanyut dan tenggelam. Sedangkan Nasrul berhasil melarikan diri.

"Ada satu korban lain yang sempat dipukuli para pelaku," ujar dia.

Atas tindakan itu, keenam tersangka akan dikenai Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini