"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif," imbuhnya.
#Gempa Mag:5.0, 02-Apr-19 08:22:44 WIB, Lok:7.24 LS, 114.60 BT (Pusat gempa berada di laut 84 km Tenggara Sumenep), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II-III Situbondo, II Denpasar, II Singaraja #BMKG pic.twitter.com/mN7ITiZsTh
— BMKG (@infoBMKG) 2 April 2019
Triyono menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).
(Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Tenggara, Tidak Berpotensi Tsunami)