Supriyono menjelaskan alasan Kemenpora meminjam uang kepada KONI. Sebab, saat itu Kemenpora dilanda tagihan usai melaksanakan Sea Games 2017. Tagihan tersebut berupa akomodasi atlet sebesar Rp200 miliar, anggaran Rp500 miliar.

Sementara itu, sambung Supriyono, proses untuk mengajukan pencairan ke negara agak sulit sedangkan Kemenpora sudah ditagih untuk pelunasan sejumlah pengeluaran untuk Sea Games.
"Jadi saya mau mundur karena tidak kuat cari uang, karena setiap hari ada yang minta bayar," katanya.
Supriyono mengaku bahwa uang Rp6,3 miliar dari KONI diterima dalam bentuk cash. Setelah menerima uang cash tersebut langsung disetorkan ke rekening Squash.
"Diterima cash, langsung dimasukkan ke rekening squash. Induk cabang olahraga dulu masih saya pegang," terangnya.