Sebagai tulang punggung keluarga dalam sebulan dia bekerja di lima rumah dengan penghasilan Rp2 juta. Baginya itu tidak cukup pasalnya rumah yang dia tempati merupakan rumah kos dalam sebulan dua membayar sewah Rp350 ribu, kemudian biaya listrik Rp100 ribu, untuk beli gas dua tabung, ditambah lagi uang jajan untuk anak Rp10 pernah hari dan suaminya Rp10 ribu.
"Jadi satu bulan itu bisa mengeluarkan biaya sebanyak Rp1 juta lebih, itu belum masuk kebutuhan rumah tangga dan biaya pengobatan suaminya dan kebutuhan pendidikan anak," tuturnya.
Menurutnya dengan pembagian beras murah ini sangat membantu, sebab kalau dibeli di warung untuk kapasitas 2,4 kilogram harganya Rp40 ribu, tapi kalau dibeli sama Perindo hanya Rp10 ribu.
"Ini kita bisa berhemat Rp30 ribu. Biasanya kalau seberat 2,5 kilogram itu bisa bertahan 10 hari, sebab satu hari saya hanya memasak satu tekong (ukuran satu kaleng susu kental). Itu hemat karena saya sendiri makan di rumah majikan sementara untuk beras ini nanti makan suami dan anak," ucapnya.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.