nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunakan Sperma Sendiri untuk Hamili Pasien, Dokter Belanda Jadi Ayah 49 Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 14:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 13 18 2043045 gunakan-sperma-sendiri-untuk-hamili-pasien-dokter-belanda-jadi-ayah-49-anak-HgTJYd6IBO.jpg Ilustrasi.

ROTTERDAM - Seorang dokter kesuburan Belanda dikonfirmasi telah menggunakan spermanya sendiri untuk menghamilkan pasien-pasiennya tanpa persetujuan mereka. Hasil tes DNA menunjukkan bahwa dokter tersebut adalah ayah dari 49 anak yang dilahirkan oleh pasien-pasiennya.

Tes DNA mengungkap bahwa Jan Karbaat, yang meninggal dua tahun lalu, menghamili ibu dari anak-anak itu di kliniknya di Bijdorp, dekat Rotterdam, Belanda. Hasil tes DNA itu dirilis pada Jumat setelah mendapatkan izin dari hakim.

Salah satu anak bernama Joey mengatakan bahwa dia "akhirnya bisa mendapatkan penyelesaian" setelah sekarang dia tahu bahwa Karbaat adalah ayahnya.

"Setelah pencarian selama 11 tahun, saya dapat melanjutkan hidup saya. Saya senang akhirnya saya memiliki kejelasan," katanya kepada stasiun penyiaran Belanda NOS sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (13/4/2019).

Tim Bueters, seorang pengacara yang mewakili 49 anak-anak itu, mengatakan bahwa dia senang dengan hasil kasus ini setelah bertahun-tahun berada dalam ketidakpastian.

"Itu berarti bahwa pada akhirnya ada kejelasan untuk anak-anak yang (DNA-nya) cocok," katanya kepada NOS.

Karbaat pertama kali dibawa ke pengadilan pada 2017 oleh sekelompok anak donor dan orang tua mereka karena kecurigaan bahwa mereka memiliki hubungan darah.

Beradasarka keterangan pengadilan, salah satu kasus melibatkan seorang anak donor yang secara fisik mirip dengan sang dokter. Beberapa barang disita dari rumah Karbaat setelah dia meninggal pada usia 89 tahun tahun 2017 lalu.

Pada 2017, hakim memutuskan bahwa tes DNA dapat dilakukan tetapi mengatakan hasilnya harus disegel menunggu hasil dari kasus pengadilan lebih lanjut. Pada Februari tahun ini, Pengadilan Distrik Rotterdam memutuskan bahwa hasil tes akhirnya dapat diungkap.

Karbaat menyebut dirinya sendiri sebagai “pelopor dalam bidang pembuahan”. Kliniknya ditutup pada 2009 di tengah dugaan dirinya telah memanipulasi data, menganalisis dan deskripsi donor dan melebihi jumlah yang diizinkan dari enam anak per donor.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini