KPU Pastikan Warga Korban Gempa di Palu Ikut Pemilu

Antara, · Selasa 16 April 2019 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 16 606 2044036 kpu-pastikan-warga-korban-gempa-di-palu-ikut-pemilu-xKJE3sITYY.jpg Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Timotius/Antaranews)

PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu memastikan warga korban gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah dapat menyalurkan aspirasi politik pada Pemilihan Umum 17 April 2019. Telah disiapkan tempat pemungutan suara (TPS) di lokasi pengungsian, termasuk di hunian sementara (huntara) yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Palu.

Ketua KPU Kota Palu Agusalim Wahid mengatakan, warga korban bencana alam di Palu yang kini tinggal di huntara dan beberapa titik pengungsian sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT). Jadi, kata dia, mereka dipastikan mendapat surat panggilan memilih (C6) dan siap mencoblos pada Rabu 17 April yang akan berlangsung pada pukul 07.00 Wita hingga batas waktu yang telah ditetapkan KPU.

"Kalaupun tidak ada surat panggilan, tetap bisa mencoblos dengan membawa identitas yakni kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu," kata Agusalim, seperti dinukil dari Antaranews, Selasa (16/4/2019).

(Baca juga: Mereka yang Berjuang untuk Bisa Mencoblos saat Pemilu: 'Memilih adalah Hak Istimewa')

Pemilu. (Foto: Okezone)

Ia melanjutkan, semua logistik pemilu sudah harus sampai pada hari ini di masing-masing TPS yang ada di Kota Palu.

Surat suara, kotak suara, bilik suara, dan perlengkapan pemilu lainnya sejak Senin 15 April telah didistribusikan oleh KPU kepada PPK di delapan kecamatan yakni Palu Barat, Palu Timur, Palu Selatan, Tatanga, Ulujadi, Mantikulore, Taweli, dan Palu Utara.

Agusalim menambahkan, ada sekira 20 TPS yang mendapat perhatian khusus dari KPU dalam hal pendistribusian logistik karena lokasinya berada di pelosok pinggiran kota dengan kondisi jalan yang belum memadai.

(Baca juga: Pemantau Menilai Pemilu di Australia dan Hong Kong "Amburadul")

Ilustrasi pemilu. (Foto: Ist)

Seperti TPS yang ada di Uwentumbu Kecamatan Mantikulore, kata dia, untuk sampai ke sana harus melalui beberapa sungai yang rawan banjir saat hujan deras.

"Tapi syukur alhamdulillah, logistik pemilu semuanya sudah tiba di wilayah itu pada 15 April 2019 dengan dikawal ketat aparat keamanan."

Menurut dia, semua titik rawan kini sudah mendapat logistik pemilu dan siap melaksanakan pencoblosan pada hari H. Jumlah pemilih Pemilu 2019 di Palu sekira 213.000 jiwa.

Sementara jumlah TPS yang disiapkan KPU sebanyak 1.075 unit dan tersebar di 46 kelurahan dari delapan kecamatan yang ada di ibu kota Provinsi Sulteng.

Agusalim mengingatkan masyarakat Kota Palu berbondong-bondong menuju TPS masing-masing untuk mencoblos sesuai hati nurani.

"Jangan sampai golput. Satu suara sangat berarti bagi masa depan bangsa Indonesia lima tahun ke depan," katanya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini