Kronologi Penemuan Caleg Golkar yang Meninggal Jelang Pencoblosan Setelah Sempat Menghilang

Solopos.com, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 14:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 606 2044184 kronologi-penemuan-caleg-golkar-yang-meninggal-jelang-pencoblosan-setelah-sempat-menghilang-RdiCA0MkXZ.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

WONOGIRI – Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin (51), ditemukan dalam kondisi telungkup seperti orang sujud di depan ruko dekat SMPN 1 Wonogiri di kawasan Wonogiri kota, Senin (15/4/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Orang yang pertama menemukan Sugimin adalah pemilik ruko tersebut, Mugiyono (78), warga Sukorejo, Giritirto, Wonogiri. Saat itu, ruko sudah tutup dan Mugiyono berkeliling untuk patroli malam.

Sampai di bagian depan toko, Mugiyono menemukan seorang lelaki dalam posisi seperti bersujud atau tersungkur. Lelaki yang belakangan diketahui adalah Sugimin itu mengalami luka lecet di dagunya diduga karena terbentur.

"Saat saya menemukan dia masih sadar, dia terus mengerang 'aduh... aduh', tapi dia tidak bilang apa pun. Dia memakai pampers dewasa dan sempat buang kotoran. Saya bersihkan sisa kotorannya," kata Mugiyono saat ditemui Solopos.com di Wonogiri, Selasa (16/4/2019).

Mugiyono juga sempat menelepon polisi untuk menginformasikan penemuan Sugimin. Namun, polisi hanya menyarankan Mugiyono membawa Sugimin ke rumah sakit. Mugiyono kemudian menelepon anaknya, Nurwanto, agar datang membawa mobil untuk mengangkut Sugimin ke rumah sakit.

Sugimin, caleg petahana DPRD Sragen, yang ditemukan tewas sebelum pencoblosan. (Facebook Sugimin/Solopos)

Selama menunggu Nurwanto, Mugiyono terus menunggui Sugimin. Kondisi Sugimin kadang sadar kadang tidak. Hampir tengah malam, Nurwanto datang membawa mobil dan mengangkut Sugimin ke rumah sakit.

Mengenai barang-barang Sugimin, Mugiyono mengatakan saat itu tas dan dompetnya memang masih ada. Tapi dia tidak menyentuh barang-barang milik Sugimin itu.


Baca Juga : Sempat Hilang Kontak, Caleg Petahana Golkar Ditemukan Meninggal Sehari Jelang Pemilu 2019

"Saya tidak menyentuh barang-barangnya apalagi mengambilnya. Saya sempat takut saat dengar informasi ada yang menuduh perampokan dan sebagainya. Bagaimana pun saya yang menemukan dia, saya khawatir dituduh. Padahal niat saya hanya ingin menolong. Kalau tidak ada izin polisi juga saya tak berani membawanya ke rumah sakit," katanya.

Sebagaimana diinformasikan, Sugimin yang menghilang sejak Kamis (11/4/2019) ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan meninggal saat sampai di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Selasa dini hari. Keluarga Sugimin meminta jenazah Sugimin diautopsi karena menilai ada banyak kejanggalan.


Baca Juga : Bawaslu Ponorogo Amankan Rp66 Juta Diduga untuk 'Serangan Fajar' Pemilu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini