Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Bandang Sungai Cikeas Sudah Diprediksi Pakar Hidrologi

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 29 April 2019 |14:48 WIB
Banjir Bandang Sungai Cikeas Sudah Diprediksi Pakar Hidrologi
Banjir di Kawasan Citeureup Akibat Meluapnya Sungai Cikeas (foto: Ist/KP2C)
A
A
A

Hasil susur sungai ini, menurut Puarman, diangkat KP2C dalam bentuk press release. Juga telah ditayang di website dan medsos KP2C serta dikirimkan surat ke Bupati Bogor, Wali Kota Depok dan Wali Kota Bekasi. Karena sumber masalah 50 perseb ada di wilayah Kabupaten Bogor, 25 persen wilayah di Kota Depok dan 25 persen di wilayah Kota Bekasi.

Menurut Puarman, banjir di Citeureup akan menjadi evaluasi KP2C untuk lebih memperluas penyebaran informasi tentang tinggi muka air (TMA) hingga ke warga dan pemangku kepentingan di Kawasan Citeureup dan sekitarnya.

Kondisi Sungai Cikeas Hasil Susur Sungai KP2C (foto: Ist)

"KP2C memiliki alat pemantau TMA berupa CCTV dan petugas pantau TMA Cibongas di Babakan Madang. Lokasinya sebelum Citeureup," ujar Puarman.

Baca Juga: Selamatkan Diri dari Banjir, Seorang Nenek di Bogor Meninggal Dunia

Sejak didirikan hampir setahun lalu, informasi tentang TMA Cibongas memang belum disebarluaskan ke members KP2C, tetapi baru sebatas di kalangan Pengurus KP2C.

"Masalahnya, kami masih mempelajari karakteristik kenaikan air di titik pantau Cibongas, karena setelah area titik pantau terdapat beberapa anak sungai. Sehingga kami perlu waktu memahaminya," urai Puarman.

Kondisi TMA Cikeas

Saat banjir melanda tujuh perumahan di Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Jatiasih itu, alat titik pantau TMA KP2C di sungai Cikeas menunjukkan elevasi >500 cm. Adapun elevasi atau TMA normal di bawah 200 cm. Terjadi kenaikan TMA sangat drastis yg menurut catatan kami merupakan Tinggi Muka Air (TMA) tertinggi selama 15 tahun terakhir. TMA Cikeas pernah naik hingga 450cm pada 20 November 2014.

Banjir di Jumat pagi itu terjadi pk. 08.30 WIB. Air mulai surut pk. 17.00 WIB. Sedikitnya 1.124 rumah warga terendam banjir. Dan 600 halaman rumah warga tergenang air.

Rumah warga yang terdampak banjir hingga memasuki rumah meliputi perumahan Cibubur City, Desa Nagrak (150 KK); Vila Nusa Indah (VNI) 3, RW 36, Bojongkulur (120 KK); VNI 3, RW 41, Bojongkulur (300 KK).

Vila Mahkota Pesona, RW 25, Bojongkulur (550 KK); perkampungan RW 04, Bojongkulur (6 KK);

Data tersebut baru untuk Kec Gunung Putri, sedangkan dampak di Kec Jatiasih sedang dihitung.

Dari bencana itu, warga menemukan empat ekor ular Sanca di perumahan Vila Mahkota Pesona, 2 ekor di Puri Nusaphala dan masing-masing satu ekor di VNI 3 dan Mandosi. Kemungkinan ular-ular tersebut hanyut ke kawasan perumahan akibat terbawa luapan air sungai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement