Dia mengatakan, setidaknya dua dusun paling parah terkena banjir bandang. Masing-masing adalah Dusun I yang didiami 342 kepala keluarga dan Dusun II yang berisi 298 KK.

Rizal menceritakan, pada Minggu siang tanda-tanda bakal terjadi banjir bandang sudah ada, namun warga belum mengungsi. Banjir besar tiba-tiba langsung menghantam sekira pukul 19.30 Wita.
"Pada siang itu kami sudah bilang segera mengungsi karena air akan besar, tapi belum ada warga yang mengungsi," kata Rizal.