''Akses jalan menuju ke sana masih sulit untuk di tempuh kendaraan roda empat. Bantuan belum banyak masuk ke sana karena longsor menutupi badan jalan, jaringan listrik masih padam sejak Jumat belum menyala,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Selasa (30/4/2019).
Namun, terang Herwan, ada satu desa yang masih terisolir. Desa itu terdampak sangat parah akibat bencana. Di mana bantuan, relawan belum dapat menembus ke lokasi daerah tersebut. Kondisi itu ditandai dengan banyaknya material longsor yang menutupi badan jalan.
''Desa yang sangat parah Desa Komering. Tim belum dapat ke sana, akses tidak dapat ditembus. Jalan ditutupi material longsor sangat tinggi. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab longsor menutupi seluruh jalan dan longsor di sana sangat panjang, banyak pohon yang roboh,'' jelas Herwan.
Paska bencana, terang Herwan, masyarakat di daerah tersebut mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari diare, muntaber, penyakit kulit, hipertensi, maag dan penyakit lainnya. Terlebih, masyarakat di wilayah tersebut masih mengalami trauma paska terjadinya bencana.
Di lokasi tersebut, sampai Herwan, masyarakat sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari pihak puskesmas keliling guna mengobati penyakit yang dialami masyarakat. Selain itu, dari dinas kesehatan akan mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai penyakit yang akan dialami masyarakat.