nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Daerah Terparah Terdampak Banjir dan Longsor di Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 14:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 30 340 2049818 ini-daerah-terparah-terdampak-banjir-dan-longsor-di-bengkulu-gtn6yiLjzG.jpg Kondisi Salah Satu Desa di Bengkulu yang Terisolir Akibat Banjir dan Longsor (foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Paska bencana alam banjir dan tanah longsor yang menerjang sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Satu desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, masih terisolir. Sementara, dua lainnya, yakni desa Kelindang dan desa Susup Kabupaten Bengkulu Tengah, belum tersentuh bantuan.

Tidak hanya itu, akses jalan menuju kedua desa tersebut masih lumpuh, akibat material longsor masih menutupi seluruh badan jalan di beberapa titik. Selain itu, sejak bencana menerjang di wilayah itu aliran listrik masih padam. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya tiang listrik yang roboh.

Kondisi Desa di Bengkulu yang Terisolir Akibat Banjir dan Longsor (foto: Demon Fajri/Okezone)

Baca Juga: BNPB Duga Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir Bengkulu  

Bahkan, areal perkebunan masyarakat di daerah itu terdampak bencana. Sehingga masyarakat kehilangan mata pencarian. Sebab, areal perkebunan mereka tertimbun material longsor.

''Akses jalan menuju ke sana masih sulit untuk di tempuh kendaraan roda empat. Bantuan belum banyak masuk ke sana karena longsor menutupi badan jalan, jaringan listrik masih padam sejak Jumat belum menyala,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Selasa (30/4/2019).

Namun, terang Herwan, ada satu desa yang masih terisolir. Desa itu terdampak sangat parah akibat bencana. Di mana bantuan, relawan belum dapat menembus ke lokasi daerah tersebut. Kondisi itu ditandai dengan banyaknya material longsor yang menutupi badan jalan.

''Desa yang sangat parah Desa Komering. Tim belum dapat ke sana, akses tidak dapat ditembus. Jalan ditutupi material longsor sangat tinggi. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab longsor menutupi seluruh jalan dan longsor di sana sangat panjang, banyak pohon yang roboh,'' jelas Herwan.

Paska bencana, terang Herwan, masyarakat di daerah tersebut mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari diare, muntaber, penyakit kulit, hipertensi, maag dan penyakit lainnya. Terlebih, masyarakat di wilayah tersebut masih mengalami trauma paska terjadinya bencana.

Di lokasi tersebut, sampai Herwan, masyarakat sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari pihak puskesmas keliling guna mengobati penyakit yang dialami masyarakat. Selain itu, dari dinas kesehatan akan mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai penyakit yang akan dialami masyarakat.

Kondisi Desa di Bengkulu yang Terisolir Akibat Banjir dan Longsor (foto: Demon Fajri/Okezone)	 

''Masyarakat mulai di sana sudah ada terserang penyakit diare, muntaber, penyakit kulit, hipertensi, maag dan penyakit lainnya. Mereka juga masih trauma paska bencana alam yang melanda desa mereka,'' jelas Herwan.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Tetapkan Status Tanggap Darurat di 9 Daerah Terdampak Banjir 

Selain terserang berbagai penyakit dan trauma, lanjut Herwan, di dua desa tersebut ada yang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor. Di desa Kelindang, satu keluarga meninggal dunia, suami dan istri. Lalu, di desa Susup, ada satu keluarga yang meninggal dunia.

''Di sana sangat membutuhkan perhatian kita semua. Mereka membutuhkan bantuan, Kami sudah memberikan bantuan kepada korban di sana,'' ucap Herwan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini