nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

14 Nelayan Indonesia Ditangkap di Perairan Australia, Kapalnya Kemungkinan Akan Dibakar

ABC News, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 18:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 18 2050740 14-nelayan-indonesia-ditangkap-di-perairan-australia-kapalnya-kemungkinan-akan-dibakar-83oo0qw6rn.jpg Kapal nelayan yang ditangkap di perairan Australia. Foto/ABF/ABC News

DARWIN - Sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap karena memasuki perairan Australia.

Pasukan Perbatasan Australia (ABF) dalam keterangan pers hari Rabu (1/5/2019) mengatakan menangkap kapal nelayan asal Indonesia di sekitar 170 mil laut sebelah utara Gove di Northern Territtory.

Peristiwa tersebut terjadi tanggal 23 April 2019, dimana kapal tersebut terlihat oleh pasukan penjaga perbatasan yang kemudian meminta petugas yang berwenang di Australia untuk melakukan penyergapan.

Ketika ditemukan esok harinya, kapal nelayan tersebut memiliki 14 awak, dan sedang membawa 800 kg ikan beku dan 20 kg sirip hiu.

Kapal patroli Australia HMAS Armidale yang melakukan penangkapan, dan sekarang kapal nelayan dan awaknya dibawa ke Darwin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BacaSejumlah Bandara di Australia Kacau Imbas Sistem Komputer Tidak Berfungsi

BacaAnaknya Tuli, Keluarga Asal Bhutan Terancam Dideportasi dari Australia

Menurut manajer umum Otoritas Manajemen Perikanan Australia (AFMA) Peter Venslovas, para awak kapal nelayan tersebut sekarang sudah ditahan, dan penyelidikan akan dilakukan apakah mereka akan didakwa atau dipulangkan ke Indonesia.

"Nasib dari kapal ini masih akan ditentukan kemudian, yang mungkin bisa saja dibakar sesuatu dengan peraturan," kata Venslovas.

Menurut Venslovas, dalam beberapa tahun terakhir jumlah kapal nelayan asing yang dipergoki masuk ke dalam wilayah perairan Ausralia berkurang banyak.

"Di tahun keuangan saat ini, baru tiga kapal nelayan asing yang ditemukan beroperasi di wilayah Australia."

"Ini merupakan pengurangan yang sangat berarti dibandingkan masa 10 tahun lalu dimana ada 350 kapal yang dipergoki dalam setahun," kata Venslovas.

Selain digunakan untuk melakukan penangkapan ikan, kapal-kapal nelayan asal Indonesia sebelumnya juga digunakan untuk menyeludupkan para pengungsi asal negara lain.

Mereka berada di Indonesia dalam usaha untuk masuk ke Australia baik secara legal dengan menjadi pengungsi ataupun masuk secara gelap.

Namun sejak pemerintah Partai Liberal mengatakan bahwa mereka yang datang dengan kapal tidak lagi diijinkan untuk bermukim di Australia, jumlah kedatangan dengan kapal nelayan ini menurun tajam.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini