Minta Jokowi Didiskualifikasi, TKN Sebut Ijtima Ulama III Buat 'Keputusan Zalim'

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 02 Mei 2019 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 605 2050634 minta-jokowi-didiskualifikasi-tkn-sebut-ijtima-ulama-iii-buat-keputusan-zalim-ohZbFkeaSd.jpg Abdul Kadir Karding.

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai hasil Ijtima Ulama III yang meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon 01 adalah ‘keputusan zalim’.

"Jadi kita itu dalam hukum dan prinsip beragama, tidak boleh mengeluarkan keputusan yang zalim yang didasarkan bukan pada fakta, tapi pada asumsi-asumsi, apalagi itu untuk kepentingan pribadi atau kelompok," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Kamis (2/5/2019).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta ulama yang mengikuti Ijtima untuk berlaku jujur dalam mengambil keputusan, khususnya didasarkan pada kaidah fikih. Selain itu keputusan tersebut juga mesti didasarkan demi persatuan bangsa.

"Apa dasarnya mereka ingin mendiskualifikasi 01, apakah ada dasar yang kuat?" tanya Karding.

(Baca juga: TKN Jokowi Nilai Ijtima Ulama III Politik Ugal-Ugalan dan Menyesatkan Umat)

Lebih lanjut, Karding meminta agar para ulama mampu menjaga muruahnya, dengan cara mendasarkan setiap keputusan pada aturan hukum positif yang ada. Ia juga meminta ulama yang tergabung dalam Ijtima memercayai lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

Abdul Kadir Karding (tengah)

Abdul Kadir Karding (tengah)

"Jadi menurut saya itu adalah suatu ijtima-ijtima-an itu, tidak mencerminkan ijtima ulama tapi lebih kepada gerombolan-gerombolan politik yang memiliki kepentingan politik yang memang berbeda dengan 01," kata dia.

Sebelumnya, Ijtima Ulama III mengeluarkan lima rekomendasi untuk menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2019. Salah satu rekomendasi mereka ialah mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini