nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ringkus Gembong Jambret yang Sudah 6 Kali Masuk Penjara

Antara, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 09:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 608 2050455 polisi-ringkus-gembong-jambret-yang-sudah-6-kali-masuk-penjara-PcH44ONLfi.jpg Ilustrasi penangkapan gembong jambret. (Foto: Shutterstock)

MEDAN – Tim Penanganan Gangguan Khusus Satuan Reskrim Polrestabes Medan, Sumatera Utara, meringkus seorang gembong penjambretan yang selama ini meresahkan masyarakat dan kerap beroperasi di wilayah hukum Medan Perjuangan, Kota Medan.

Mengutip dari Antaranews, Kamis (2/5/2019), Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, di Medan, Rabu 1 Mei 2019, mengatakan tersangka yang ditangkap berinisial AB (29), warga Jalan Sei Kera, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan.

(Baca juga: Driver Ojol Korban Jambret di Setiabudi Ternyata Mahasiswi Universitas Budi Luhur)

Tersangka dibekuk Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Satreskrim Polrestabes Medan saat tidur di rumah saudaranya yang berada di Binjai.

"Penangkapan terhadap tersangka bermula dari adanya laporan korban bernama Anni Diana (32) yang menjadi korban penjambretan di depan rumahnya, Jalan Deli Tua, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu 24 April, sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Yudha.

AB gembong jambret di Medan. (Foto: Ist/Antara Sumut)

Ia menyebutkan, saat itu tersangka melakukan aksi dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian memepet korban Anni dan dijambret saat masuk ke mobil.

Korban kehilangan tas berisi tiga smartphone yang ditaksir kerugian mencapai Rp13 juta.

"Polrestabes Medan yang mendapat laporan kejadian itu lantas melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk tersangka yang kabur ke Binjai," ujar dia lagi.

(Baca juga: Jambret Gadis Cantik, 2 Pria Bertato Ambruk Ditembak Polisi)

Yudha menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka merupakan residivis kambuhan yang sudah enam kali keluar-masuk penjara.

Pada 2008, tersangka divonis 1 tahun 2 bulan penjara. Tahun 2010, tersangka divonis 2 tahun 6 bulan penjara. Pada 2012, tersangka divonis 6 bulan penjara. Lalu 2012, tersangka divonis 10 bulan penjara.

"Kemudian tahun 2013, tersangka divonis 2 tahun 6 bulan penjara; dan tahun 2016, tersangka divonis 4 tahun penjara," paparnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini