Keluarga Almarhum Ketua KPPS Solo Tolak Dilakukan Autopsi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 07:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 12 606 2054622 keluarga-almarhum-ketua-kpps-solo-tolak-dilakukan-autopsi-5zmdWz1Qml.jpg Ilustrasi karangan bunga dukacita. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Adanya wacana ingin mengusut meninggalnya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat Pemilu Serentak 2019 dengan cara dilakukan autopsi justru melahirkan perdebatan di kalangan masyatakat.

Terkait hal itu, keluarga dari Ketua KPPS di Solo, Alex Robinson, yang juga menjadi korban meninggal, justru menolak adanya wacana autopsi. Upaya autopsi, menurut mereka, dianggap tidak pantas bagi jenazah yang sudah diikhlaskan pergi untuk selamanya.

"Kami sekeluarga sudah ikhlas semua. Biar bapak tenang. Kalau diautopsi jelas saya tidak kuat hati," kata istri Alex, Sarmini, di Jakarta, Sabtu 11 Mei 2019.

Sarmini menceritakan, suaminya meninggal di Rumah Sakit Brayat Minulyo lantaran mengidap darah tinggi dan berdasarkan diagnosis dokter ada gumpalan di otak. Menurutnya, sangat tidak mungkin kalau disengaja untuk dibuat meninggal dunia.

"Bapak memang tidak pernah mengeluh sakit. Namun, bapak waktu itu kurang istirahat ketika menjadi ketua KPPS. Mungkin itu faktor kelelahan hingga sakit," tutur dia.

Sarmini mengaku, keluarganya sudah menerima semuanya dan selama ini telah diperhatikan dengan adanya santunan untuk keluarganya dan menunggu santunan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah.

Sarmini menceritakan, suaminya menjabat Ketua KPPS TPS 20 Nusukan, Kota Solo, Jawa Tengah. Alex Robinson dikenal paling senior dan paling lama dipercaya masyarakat menjabat ketua KPPS setiap pemilu.

Namun, terakhir dia mendapat keluhan letih setelah tiga hari setelah pemilu sehingga dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal. Jenazah Alex dimakamkan di TPU Bonoloyo pada Sabtu 27 April 2019.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini