Rekapitulasi di KPU DKI Kembali Molor, Ini Penyebabnya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 11:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 606 2056390 rekapitulasi-di-kpu-dki-kembali-molor-ini-penyebabnya-YhUnh7Iz2E.JPG Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta masih belum merampungkan rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat provinsi. Penyebabnya karena terdapat satu kecamatan, yaitu Pulogadung, Jakarta Timur yang belum menyelesaikan penghitungan suara.

Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan KPU RI perihal keterlambatan rekapitulasi suara di tingkat provinsi. Ia meminta agar kembali diberi perpanjangan waktu. Meningat, sebelumnya ini KPU RI sudah membreikan kelonggaran waktu hingga 15 Mei.

"Update terakhir dari Jakarta Timur kecamatan Pulogadung masih belum menyelesaikan tingkat kecamatannya. Kami sendiri sudah berkoordinasi dengan KPU RI terkait kondisi yang ada di lapangan," kata Betty saat dikonfirmasi, Kamis (16/5/2019).

Betty mengaku, permohonan perpanjangan waktu itu diamini oleh KPU RI. Proses administrasi sudah mulai dilakukan sehingga KPUD DKI akan memprercepat rekapitulasi suara di Jakarta Timur untuk mengejar ketertinggalan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

"Saya langsung ke Ketua KPU RI. Dan suratnya Beliau sudah ditandatangani, sedang proses administrasi untuk disampaikan pada kami perpanjangannya. Jadi karena kondisi di luar kemampuan, di luar dugaan KPU provinsi DKI Jakarta, tentu kami minta dasar kepada KPU RI untuk penetapan provinsi KPU DKI Jakarta," ucapnya.

Ilustrasi.

Betty menuturkan, terdapat beberapa penyebab keterlambatan penghitungan suara di sana. Salah satunya ialah kendala teknologi mengenai penghitungan suara melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Selain itu kemungkinan lain karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja sudah mulai kelelahan.

"Alasannya beberapa hal, mungkin karena SDMnya sudah sangat lelah, lalu yang kedua teknologi yang digunakan kan harusnya basisnya situng, sementara mereka juga kelasnya belum kelas besar masih kelas kecil dari pertengahan waktu. Ini baru dibentuk kelas-kelas besar jadi rekap disini memang butuh waktu yang cukup lama disana," kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini