nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Sindikat Penjahat Incar Rental Mobil Jelang Lebaran

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 11:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 17 512 2056856 waspada-sindikat-penjahat-incar-rental-mobil-jelang-lebaran-X0yptrst9C.jpg Ilustrasi Mobil (Okezone)

SEMARANG – Sedikitnya delapan unit mobil diamankan Polsek Genuk Semarang Jawa Tengah sebagai barang bukti dalam kasus penipuan dan penggelapan yang marak terjadi menjelang Lebaran Idul Fitri. Dua pelaku ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keduanya adalah Slamet Bagus Setiawan (21), warga Tegalsari Kecamatan Candisari, dan Stefanus Purnomo (32) warga Gayamsari. Mereka diduga terlibat sebagai anggota sindikat penggelapan mobil dengan modus menyewa dan menjual atau menggadaikan mobil tersebut di tempat lain.

 Baca juga: Ingin Serius Menikah, Pria Ini Malah Ditipu Kekasihnya Sendiri

"Korban ada sekira 20 orang, sedangkan tersangka yang ditangkap berjumlah dua orang terkait kasus penipuan dan penggelapan mobil,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin kepada awak media di Mapolsek Genuk, Kamis (16/5/2019).

 Bukti Mobil Sitaan penipuan (Taufik Budi)

“Barang bukti yang disita sampai saat ini baru delapan unit mobil tetapi tersangka ini sudah beraksi puluhan kali. Kurang lebih terdapat 20 korban yang melapor dan mengadu ke kami," jelas mantan Kasatreskrim Polres Demak itu.

 Baca juga: Ngaku Penyidik Tipikor, 3 Oknum Wartawan Tipu Kades Ratusan Juta di Tangerang

Zaenul menjelaskan, dua pelaku memiliki peran berbeda saat menjalankan aksi jahatnya. Tersangka Bagus bertugas menyewa mobil dan menyerahkan kepada Stefanus untuk kemudian dijual atau digadaikan ke orang lain.

"Secara garis besar memang modusnya seperti itu (berbagi peran dan tugas) di hampir semua tempat penyewaan mobil atau korban. Setelah itu hasilnya dibagi dua oleh mereka," tukas dia.

Pengungkapan kasus berawal dari laporan Mustaqim, warga Bangetayu Wetan Semarang. Dia merasa ditipu oleh tersangka Stefanus yang menjaminkan satu unit mobil Innova Reborn saat meminjam uang pada 24 April 2019.

Empat hari kemudian, mobil itu diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya. Lantas, Mustaqim memberi tahu Stefanus dan diganti dengan dua unit mobil lainnya. Tak lama setelah itu Stefanus kembali menukar mobil yang dijaminkan dengan mobil lainnya.

 Baca juga: Kasihan, Barang Dagangan Milik Pasutri Lanjut Usia Diborong Pakai Uang Palsu

Hingga pada 11 Mei 2019 datang seseorang menemui Mustaqim dan mengakui mobil yang dijaminkan itu merupakan mobil miliknya yang dipinjam oleh rekan Stefanus bernama Bagus.

"Berdasarkan laporan itu, kami tindak lanjuti dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Untuk delapan barang bukti ini ada yang digadaikan di daerah Genuk, ada juga yang di daerah Ungaran," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini