nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Kerusuhan di Aksi 21-22 Mei Merupakan Preman Tanah Abang yang Dibayar Rp300 Ribu

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 18:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059599 pelaku-kerusuhan-di-aksi-21-22-mei-merupakan-preman-tanah-abang-yang-dibayar-rp300-ribu-QCdCZskxeZ.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Polisi telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap 300 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan yang terjadi pada aksi 21 dan 22 Mei. Sebagian dari pelaku ini, diketahui merupakan preman Tanah Abang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, para preman Tanah Abang itu disewa dan dibayar oleh seseorang sebesar Rp300 ribu dalam menjalankan aksinya.

Baca Juga: Kapolri Bentuk Tim Investigasi untuk Pastikan Korban Tewas Kerusuhan Aksi 21-22 Mei 

Aksi 22 Mei: Bentrok Massa Aksi dengan Polisi di Depan Gedung Bawaslu

"Sisanya itu betul preman Tanah Abang. Preman Tanah Abang yang dibayar. Rp 300 ribu per hari. Sekali datang dikasih duit," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Selain itu, Dedi menyatakan, dari ratusan massa aksi itu mayoritas memang erasal dari luar Jakarta. Paling banyak berasal dari Jawa Barat dan Banten.

"Mayoritas berasal dari Jawa Barat dan Banten," ujar Dedi.

Ratusan tersangka ini, lanjut Dedi, masih dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Penyidik masih menyelidiki peran masing-masing tersangka. Dari hasil penyelidikan tersebut, nantinya akan diketahui aktor intelektual dalang kericuhan aksi kemarin.

"Biar pemeriksaan tuntas dulu nanti akan ketemu aktor intelektualnya," tutur Dedi.

Baca Juga: 4 Demonstran Aksi 22 Mei Berujung Rusuh Positif Narkoba 

Penyidik juga masih mendalami dalang atau pemasok petasan yang digunakan massa aksi yang terlihat tak ada habisnya saat digunakan.

"Akan didalami semuanya darimana dia dapat petasan itu, kemudian siapa yang memerintahkan mereka untuk menggunakan petasan itu dalam rangka untuk memprovokasi, itu juga bisa membahayakan keselamatan bagi masyarakat maupun aparat keamanan," tutur Dedi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini