nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Ulang Sofyan Basir sebagai Tersangka Pekan Depan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 15:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 25 337 2060312 kpk-panggil-ulang-sofyan-basir-sebagai-tersangka-pekan-depan-aG0iFBUXEe.jpg Sofyan Basir. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) non-aktif PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada pekan depan. Sayangnya, KPK tidak merinci tanggal pemeriksaan ulang untuk Sofyan Basir.

Sedianya, pemanggilan ulang Sofyan Basir dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

"Surat panggilan penjadwalan ulang pemeriksaan SFB sebagai tersangka telah dikirim ke alamat SFB kemarin. Jadwal ulang minggu depan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Sabtu (25/5/2019).

Febri berharap pada panggilan ulang pekan depan, Sofyan Basir dapat kooperatif. Sebab sebelumnya, Sofyan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada Jumat, 24 Mei 2019.

"Kami ingatkan agar yang bersangkutan memenuhi panggilan ini sebagai sebuah kewajiban hukum," katanya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

Sofyan Basir merupakan tersangka keempat dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Sebelumnya, KPK telah lebih dulu‎ menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, serta Sekjen Golkar, Idrus Marham.

Eni, Kotjo, dan Idrus telah divonis ‎bersalah dalam perkara tersebut. Eni dan Kotjo telah dieksekusi karena putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus, masih dalam proses upaya hukum banding.


Baca Juga : Sofyan Basir Cabut Gugatan Praperadilan

Sedangkan Sofyan Basir belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tinggal Sofyan Basir yang masih dalam proses penyidikan.

Dalam kasus ini, Sofyan diduga bersama-sama atau membantu ‎Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham menerima suap dari Johannes B. Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham.


Baca Juga : Sofyan Basir Cabut Praperadilan, KPK Tegaskan Kasus Jalan Terus

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini