nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

25 Anak Jadi Korban Petasan Lebaran di DIY, Biaya RS Tak Dijamin BPJS

krjogja.com, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 15:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 510 2065321 25-anak-jadi-korban-petasan-lebaran-di-diy-biaya-rs-tak-dijamin-bpjs-PzgFukHecr.jpg Ilustrasi

SLEMAN - Keprihatinan mendalam disampaikan pihak RSUP Dr Sardjito di momen pasca Lebaran 2019. Betapa tidak, tahun 2019, Sardjito mencatat ada 25 korban ledakan petasan yang harus mendapat perawatan di rumah sakit terbesar di DIY ini.

Banu Hermawan, Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) RSUP Dr Sardjito mengatakan kasus korban ledakan mercon tahun 2019 menjadi yang tertinggi sejak 2 tahun terakhir. Menurut dia, para korban merupakan anak-anak dalam rentang usia antara 6-15 tahun yang harus berakhir cacat seumur hidup.

“Sardjito prihatin karena kasus terkena mercon tahun 2019 ini mencapai 25, ini malah melebihi kasus laka lantas. Rentang tanggalnya seminggu sebelum Lebaran hingga seminggu setelah Lebaran dengan korban usia antara 6 hingga 15 tahun dari wilayah DIY, Magelang dan Klaten,” ungkapnya ketika ditemui, Selasa (11/6/2019).

Petasan

Kondisi para korban menurut Banu cukup beragam mulai tangan yang robek dan harus mendapat operasi hingga luka bakar mencapai 60 persen akibat terkena bubuk mesiu yang terbakar. Lebih parahnya, para korban tak bisa mendapatkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan lantaran dianggap melakukan kegiatan kategori hobi membahayakan.

“Hingga Selasa (11/6/2019) hari ini masih ada satu yang dirawat intensif di Sardjito, sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang. Seluruhnya mengalami luka yang pasti menimbulkan cacat seumur hidup, baik itu di tangan maupun badan yang terbakar. Kami sangat prihatin dengan banyaknya kasus akibat mercon ini,” sambung Banu.

(Baca Juga: Viral Remaja Lempar Petasan ke Bentor Tuai Kecaman)

Korban paling parah menurut Banu merupakan warga Klaten yang mengalami luka bakar hingga 60 persen di tubuhnya. “Saat ini masih dirawat satu, luka bakar sampai 60 persen. Sebenarnya korban ini tidak mainan langsung mercon tapi melihat saat mercon meledak ternyata bajunya ikut terbakar dan tubuhnya juga, akhirnya dirujuk ke Sardjito,” tandas dia.

Sardjito pun berharap, masyarakat semakin menyadari bahaya bermain mercon meski tak sedikit menyebut mercon merupakan bagian dari budaya merayakan Hari Kemenangan. “Kami prihatin karena korban ini generasi penerus bangsa dengan usia yang masih sangat muda. Kalau cacat kemudian kan pasti akan berdampak pada hidupnya kedepan, sayang sekali eman rasanya,” pungkas Banu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini