nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tembus Sungai Mamberamo, Satgas Yonif 755/Yalet Evakuasi Penderita Malaria

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 340 2065513 tembus-sungai-mamberamo-satgas-yonif-755-yalet-evakuasi-penderita-malaria-Sd6BDS6fu7.jpg Satgas Yonif 755/Yalet mengevakuasi penderita malaria ke puskesmas terdekat. (Foto: Dispenad)

JAKARTA – Satgas Yonif 755/Yalet Kostrad mengevakuasi seorang anak penderita malaria bernama Alfinus Baso (10). Ia diketahui hampir 10 hari tidak mendapat pengobatan.

Evakuasi tersebut menempuh jarak sejauh 120 kilometer melalui anak Sungai Mamberamo dengan menggunakan speed boat dari Kampung Dorman ke Puskesmas Mamberamo Hulu di Kampung Dabra.

Hal itu sebagaimana disampaikan Dansatgas Yonif 755/Yalet Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto dalam keterangannya di Merauke, Papua, Selasa 11 Juni 2019.

Ia mengungkapkan, inisiatif tersebut berawal dari informasi yang diperoleh anggotanya bahwa dikarenakan kendala transportasi menuju puskesmas terdekat, Alfinus yang menderita sakit malaria belum mendapat pengobatan selama hampir 10 hari.

(Foto: Dispenad)

"Berdasar informasi tersebut, anggota kami yang sedang melaksanakan Satgas yang berada di Kampung Benawa segera berkoordinasi dengan Kodim dan Koramil serta Dinas Kesehatan setempat untuk membantu Alfianus berobat ke Puskesmas Distrik Membramo Hulu di Kampung Dabra," ungkap Agus.

"Dari kampung Dorman menuju puskesmas hanya dapat ditempuh dengan menggunakan speed boat melintasi Sungai Mamberano. Saat ini tidak semua warga memiliki speed boat, sehingga selain faktor jarak, juga sewa speed boat yang sangat membebani warga," imbuh Agus.

Sekadar diketahui, Mamberano merupakan sungai terpanjang di Papua, mencapai sekira 670 km dengan kedalaman ketika air pasang 8–33 meter. Sedangkan jarak dari Kampung Dorman ke Kampung Dabra diperkirakan 120 km atau ditempuh dengan speed boat sekira tiga jam.

"Belum lagi dari rumahnya menuju sungai, tidak ada transportasi. Dapat kita bayangkan, betapa sulitnya Alfianus untuk mendapatkan pengobatan yang layak," ujar Agus.

(Foto: Dispenad)

Ia mengatakan, malaria yang umum juga dialami anggota TNI yang bertugas di Papua. Waktu 10 hari merupakan penderitaan yang sangat berat bagi anak sekecil Alfianus.

"Oleh karenanya, setiba di rumah Alfinus, anggota segera minta izin kepada orangtuanya untuk mengevakuasi (Alfinus). Setelah mendapatkan izin, Alfinus yang telah dipasang infus, digendong dari rumah menuju Sungai Mamberano untuk dievakuasi ke puskesmas," terang Agus.

"Satu anggota menggendong Alfinus dan satu lagi memegang infus menuju speed boat yang berada di sungai. Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan sekira 3 jam, Alfinus dapat dievakuasi ke Puskesmas (Benawa). Semoga Alfinus dapat dirawat dan sembuh, jika tidak, maka harus dievakuasi ke Kota/Kabupaten Mamberamo Raya yang hanya dapat ditempuh dengan pesawat," tambah Agus.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap warga Kampung Dorman, selain Alfianus terdapat beberapa warga yang harus dievakuasi karena mengalami sakit diare, batuk, dan gatal-gatal yang lama tanpa adanya perawatan.

(Foto: Dispenad)

"Tidak dimungkiri, kondisi di sini masih memprihatinkan. Tidak semua masyarakat memiliki perahu pribadi, sehingga anggota yang bertugas di sana telah kita perintahkan untuk membantu kesulitan yang dialami masyarakat, termasuk jika harus mengevakuasi yang sakit seperti yang dialami Alfianus," tegas Agus.

Melihat kondisi warga Kampung Dorman yang memprihatinkan, Agus memerintahkan kepada anggotanya untuk terus melaksanakan patroli.

"Termasuk Kampung Dorman, Distrik Mamberamo Hulu, memiliki 11 kampung yang secara geografis yang berada di pedalaman. Sebagai prajurit, kita tidak hanya menjaga keamanan dan keselamatan wilayah semata, namun juga bertekad memberi perlindungan bagi warga dari masalah kesehatan dan gizi anak maupun pendidikan," tutur Agus.

"Kita semua adalah saudara dan tidak ada perbedaan satu sama lain, TNI hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban mereka. Marilah kita sama-sama bergandeng tangan membantu saudara kita yang membutuhkan," pungkasnya.

(Foto: Dispenad)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini