nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Konawe Utara Diperpanjang

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 340 2068909 status-tanggap-darurat-bencana-banjir-konawe-utara-diperpanjang-kLChYd4UbI.jpeg Banjir Konawe (Foto: Ist)

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara memperpanjang status tanggap darurat bencana selama dua minggu, dari 16 hingga 29 Juni 2019. Perpanjangan status ini untuk menjamin penyelenggaraan penanganan darurat kepada warga terdampak.

Demikian dikatakan Rita Rosita S, Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui siaran pers, Kamis (20/6/2019).

Hingga hari ini, sekitar 10% wilayah di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara masih tergenang air dengan ketinggian beragam. Jalan trans Sulawesi misalnya, masih tergenang di dua titik, yaitu Desa Linomoyo dan Desa Sambadete.

Baca Juga: Banjir Terjang Morowali Utara, Akses Jalan Trans-Sulawesi Lumpuh

Menurut Rita, kedua wilayah tersebut berada di daerah dengan topografi cekungan. Sementara itu, sisa genangan terdapat di Kecamatan Oheo terletak setelah jembatan Sambadete dengan tinggi air sampai 3 meter diperkirakan 2– 3 hari bisa dilalui, genangan terjadi akibat cekungan jalan di jembatan Sambandete.

Ilustrasi

Sehari sebelumnya Rabu 19 Juni, BNPB mencatat satu desa, yaitu Desa Asemi Nunulai di Kecamatan Asera masih terisolir. Di sisi lain, tiga desa di Kecamatan Landawe belum dapat dijangkau karena akses jalan yang terputus, yaitu Desa Landiwo, Tambakua, dan Landawe Utara. Namun demikian, pelayanan kebutuhan dasar telah dilakukan kepada warga di desa tersebut.

"Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan TNI masih mengoperasikan dua helikopter untuk pendistribusian logistik bantuan untuk wilayah Konawe dan Konawe Utara," katanya.

Di samping itu, dorongan logistik bantuan juga telah dilakukan melalui jalan darat. Jembatan bailey di Asera sudah dapat dilalui sehingga memudahkan distribusi bantuan. BNPB juga melakukan pemantauan penanganan darurat terus dilakukan, serta pengiriman logistik dan pelayanan dapur umum kepada para penyintas.

Baca Juga: BNPB: 22.573 Jiwa Terdampak Banjir Konawe

Berdasarkan pantauan BNPB, masyarakat setempat sudah mulai melakukan pembersihan rumah dari sisa-sisa material yang terbawa oleh banjir. Merespons kejadian bencana tersebut, BNPB dan multipihak telah memberikan bantuan kepada pemerintah daerah setempat.

"Kerugian materil mencakup rumah hanyut 370 unit dan terendam 1.837 unit. Banjir juga menyebabkan lahan pertanian tergenang dengan rincian lahan sawah 970,3 ha, jagung 83,5 ha, dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan yaitu tambak seluas 420 ha," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini