Sidang Sengketa Pemilu di MK Habiskan 37 Jam untuk Dengarkan Keterangan Saksi dan Ahli

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 23:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 605 2069474 sidang-sengketa-pemilu-di-mk-habiskan-37-jam-untuk-dengarkan-keterangan-saksi-dan-ahli-R1l7hePchn.jpg Suasana Sidang Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) rampung mendengarkan seluruh keterangan saksi dan ahli dari pihak pemohon, termohon, dan terkait. Setelah ini, MK akan langsung menggelar Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) untuk menentukan putusan.

Dalam agenda sidang speedy trial ini, MK diagendakan membacakan keputusan pada tanggal 28 Juni 2019 mendatang. Tetapi, hal itu bisa dipercepat apabila RPH sudah menelurkan hasil.

Baca Juga: Usai Hadirkan Saksi, Kubu Jokowi Yakin Gugatan Kubu Prabowo Ditolak MK 

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli di MK

Berdasarkan catatan Okezone, sidang MK telah menghabiskan waktu setidaknya 37 jam hanya untuk agenda mendengarkan keterangan saksi dari pemohon, termohon dan terkait.

Bahkan, pada agenda mendengarkan keterangan saksi dari tim hukum Prabowo-Sandi pada Rabu 19 Juni 2019, sidang MK berjalan sekira 20 jam. Ketika itu, sidang yang mendengarkan 14 saksi dan dua ahli itu dimulai sejak pukul 09.00 sampai 05.00 Kamis dini hari.

Alhasil, sidang lanjutan pada Kamis 20 Juni 2019 kemarin, MK memutuskan memulai sidang pada pukul 13.00 WIB. Agenda mendengarkan keterangan saksi dari termohon itu berlangsung cepat.

Pasalnya, KPU hanya menghadirkan satu orang ahli yang merupakan arsitek dari Situng KPU. Ketika itu, sidang selesai pukul 16.00 WIB atau sekitar 3 jam.

Kemudian, pada hari ini, giliran pihak terkait yang menghadirkan saksi dan ahli. Tim hukum Jokowi-Ma'ruf menghadirkan dua orang saksi dan dua ahli.

Pada sidang hari ini, setidaknya memakan waktu hampir 14 jam proses persidangan. Sidang dimulai pukul 09.00 hingga 22.30 WIB.

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman mengungkapkan bahwa akan langsung menggelar Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) usai mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari seluruh pihak.

Baca Juga: Hakim MK Langsung Gelar Rapat Usai Dengarkan Seluruh Saksi dan Ahli 

"Kedua Insya Allah sidang ini apa yang terjadi akan kami langsung bahas karena tadi disampaikan bahwa sidang ini peradilan cepat jadi setelah sidang ini kami akan RPH," kata Anwar di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Anwar merasa terharu dengan seluruh dinamika yang terjadi dalam proses persidangan sengketa Pilpres. Apalagi, dalam mendengarkan keterangan saksi, sidang sempat berlangsung hingga subuh dini hari.

"Terharu sidang luar biasa kekeluargaan terbentuk, terjadi perdebatan luar biasa dan saya hormati Prof Yusril yang paksa sidang sampai jam 05.00 WIB tujuannya mencari kebenaran," ujar Anwar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini