nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lumuri Termos Majikan dengan Kencing, PRT Indonesia Divonis Penjara di Hong Kong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 12:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 18 2070601 lumuri-termos-majikan-dengan-kencing-prt-indonesia-divonis-penjara-di-hong-kong-5yPf2FMrs8.jpg Ilustrasi.

HONG KONG – Seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Hong Kong dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada Senin atas tuduhan melumuri termos air dengan kencing yang kemudian diminum oleh anak majikannya.

Dalam keterangan di depan pengadilan, PRT bernama Komsatun itu mengatakan bahwa termos vakum berlumur air seni itu dimaksudkan untuk majikannya. Namun, anak korban yang berusia 13 tahun justru meminumnya.

"Saya tidak tahu putranya akan mengambil termos dan minum dari sana. Saya hanya bermaksud mempermainkan majikan saya," kata perempuan berusia 40 tahun itu kepada polisi saat penyelidikan berlangsung, sebagaimana dilansir South China Morning Post, Selasa (25/6/2019).

Dia mengatakan bahwa majikannya, Solange Feng Shoc-hoa, memarahinya setiap waktu.

Hakim Utama Peter Law Tak-chuen dari Pengadilan Timur Hong Kong mengatakan bahwa pelanggaran itu serius karena, dengan melakukan itu, Komsatun telah membuang kepercayaan majikannya.

Komsatun mengaku bersalah atas satu tuntutan pemberian racun atau hal lain yang merusak atau berbahaya dengan maksud untuk melukai. Law mengatakan air itu tidak beracun tetapi kejadian itu memberikan trauma mental pada bocah itu.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada 11 April, sepekan setelah Komsatun mulai bekerja di rumah Feng di Ap Lei Chau. Hubungan antara PRT itu dan majikannya bisa dikatakan buruk karena Feng mengklaim pekerjaan Komsatun buruk.

Pada sore hari di hari kejadian, putra Feng minum dari air yang disiapkan oleh si PRT. Setelah menyadari ada rasa yang aneh, dia memberi tahu ibunya, yang kemudian menginterogasi Komsatun.

PRT itu mengaku menambahkan air kencingnya ke dalam minuman dan Feng segera melapor ke polisi.

"Saya tahu saya salah. Tolong beri saya kesempatan," kata pekerja itu kepada polisi setelah penangkapannya.

Komsatun mengatakan dia menggunakan tutup wadah krim tangan untuk memindahkan air kencingnya ke termos pagi itu. Dia pikir Feng akan mengambil termos tersebut, namun, majikan malah menyuruh putranya untuk memasukkannya ke dalam tas sekolahnya.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa air kencing atau urine dapat dianggap sebagai zat berbahaya. Seorang ahli patologi forensik pemerintah mengatakan bahwa air seni umumnya tidak steril, sehingga dapat menyebabkan infeksi karena bakteri dan jamur yang dikandungnya.

Dalam pembelaannya, pengacara Komsatun mengatakan bahwa PRT itu melakukan kejahatan karena kebodohan dan gagal mempertimbangkan konsekuensi hukumnya. Dia mengaku bersalah sesegera mungkin dan berharap dapat dipertemukan kembali dengan anak-anaknya di rumah.

Kejahatan yang dilakukan Komsatun dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal tiga tahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini