nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPBD dan TNI Masih Bergerak Cari Korban Kapal Tenggelam di Sumenep

Antara, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 16:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 519 2070724 bpbd-dan-tni-masih-bergerak-cari-korban-kapal-tenggelam-di-sumenep-H47k0NDIYI.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SUMENEP - Pencarian terhadap korban Kapal Motor Arim Jaya yang tenggelam di sekitar perairan Giliyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang hingga kini belum ditemukan tetap dilanjutkan tim SAR gabungan, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep Abd Rahman Readi.

"Tapi pencarian gabungan yang dilakukan kali ini terbatas, yakni hanya oleh Satpolair, TNI dan BPBD Pemkab Sumenep," katanya saat dihubungi di Sumenep seperti dikutip Antaranews, Selasa (25/6/2019) sore.

Sedangkan pencarian oleh Basarnas, kata dia, sudah dihentikan sejak Minggu 23 Juni, karena sebagian besar korban hilang telah ditemukan. "Penghentian pencarian korban kapal yang tenggelam yang hilang oleh Basarnas itu sesuai protap (prosedur tetap)," katanya.

Baca Juga: Total Korban Tewas Tenggelamnya Kapal Motor Arim Jaya Jadi 21 Orang 

Kepala BPBD juga meminta agar warga yang menemukan adanya mayat mengapung di tengah laut, hendaknya segera melaporkan kepada BPBD Pemkab Sumenep. Saat ini, para nelayan juga terus membantu mencari korban kapal tenggelam yang belum ditemukan itu, bersama Satpolair, BPBD dan TNI.

"Jadi, yang berhenti hanya dari Basarnas saja, dan itu memang sesuai dengan protap yang ditetapkan. Tapi pencarian terbatas sampai sekarang masih berlangsung," katanya.

 Korban kapal tenggelam

Ia menjelaskan jumlah total korban meninggal dunia semuanya 21 orang, sedangkan korban selamat sebanyak 38 orang, dengan satu korban hilang atau belum ditemukan.

Baca Juga: Begini Kronologi Kapal Motor Arin Jaya Tenggelam di Perairan Giliyang Sumenep 

Dengan demikian, maka total korban Kapal Motor Arim Jaya yang tenggelam pada 17 Juni 2019, sebanyak 60 orang, 38 orang di antaranya selamat. Sementara, terkait korban meninggal dunia, Rahman menjelaskan, semuanya telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Biaya pemulangan ditanggung Pemkab Sumenep.

Data jumlah korban dalam musibah kapal tenggelam di sekitar perairan Giliyang, Sumenep ini sama dengan data yang dirilis Polres Sumenep yang juga menyebutkan bahwa total jumlah penumpang sebanyak 60 orang, terdiri dari 38 korban selamat, 21 orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan.

Sebelumnya, data jumlah korban kapal tenggelam itu, sempat simpang siur antara data BPBD Pemkab Sumenep dan Polres Sumenep. Hal ini terjadi, karena kapal itu memang tidak dilengkapi dengan data manifes penumpang kapal.

KM Arim Jaya diketahui berangkat dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin 17 Juni sekitar pukul 07.00 WIB pagi tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Saat berada di sekitar perairan Pulau Giliyang, kapal terhantam ombak besar yang disertai angin kencang sebanyak dua kali hingga akhirnya karam.

Dari sebanyak 60 orang yang menjadi penumpang kala itu, awalnya dilaporkan sebanyak 39 orang selamat, 17 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan hingga Rabu 19 Juni, tinggal 3 orang.

Namun, data terkini dari BPBD Pemkab Sumenep dan Polres Sumenep menyebutkan, bahwa total jumlah korban selamat sebanyak 38 orang, korban meninggal dunia hingga Kamis malam terdata sebanyak 21 orang, dan 1 orang lainnya belum ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini