nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berguru dari sang Ayah, Wanita Ini Bisa Copet 7 HP dan Dompet dalam Sejam

Kuntadi, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 22:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 01 510 2073326 berguru-dari-sang-ayah-wanita-ini-bisa-copet-7-hp-dan-dompet-dalam-sejam-uqyH9CRMc4.jpg Polisi menangkap DP, pelaku pencopetan (Foto: Kuntadi)

SLEMAN – Aksi DP (26), perempuan warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul yang ditangkap Polsek Godean, Sleman karena mencuri handphone (HP) dalam pengajian Habib Syech terbilang sangat cepat. Hanya dalam waktu satu jam, dia bisa mendapatkan tujuh HP dan satu dompet berisi uang milik jamaah.

Kapolsek Godean AKBP Herry Suryanto mengatakan, tersangka ini datang ke lokasi pengajian sekitar pukul 20.00 WIB. Dia menggunakan sepeda motor dan langsung memarkir di tempat yang sudah disediakan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mengamankannya karena gerak-geriknya mencurigakan. Apalagi pelaku mengenakan baju koko dan kopiah yang tidak lazim. Saat diamankan di mapolsek, dari dalam tas yang dibawa pelaku, petugas menemukan tujuh buah HP dan dompet.

“Satu jam beraksi ini, dia sudah mendapatkan tujuh HP dan dompet,” ujarnya, Senin (1/7/2019).

Baca Juga: Kotak Amal Masjid Al-Markaz di Makassar Berisi Rp4 Juta Raib Digasak Maling

Kanit Reskrim Polsek Godean, AKP M Darban dari hasil pemeriksaan, DP telah melakukan pencurian khususnya pencopetan sejak berusia muda. Semenjak duduk di bangku SLTP, dia sudah dilatih cara mencopet. Keahlian ini dipraktikkan dalam beberapa kali aksi pencopetan.

“Eskpresi mencopet cepat itu diperoleh dari almarhum ayahnya,” ujar Darban.

Copet

Tersangka sudah berkali-kali melakukan aksi pencurian di beberapa kota di Jawa. Mulai dari Purwokerto, Cilacap, Kebumen, Solo hingga Klaten. Dia sengaja mengincar event-event yang ramai dan banyak kegiatan yang melibatkan kerumunan massa.

“Dia bukan residivis, tetapi sepertinya suah cukup terlatih,” ujarnya.

Dulu, ketika almarhum ayahnya masih hidup, pelaku kerap beraksi bersama, namun, mereka tidak sembarangan menentukan lokasi. Wilayah Yogyakarta seperti menjadi pantangan bagi pelaku dalam setiap aksinya. Namun, pantangan itu dilanggar pelaku karena terbentur kebutuhan ekonomi, sehingga nekat mencopet dengan menyasar jamaah pengajian.

“Dia lakukan dengan tangan kosong, tidak ada jimat,” tuturnya.

Baca Juga: Pasutri dan Keponakan Kompak Jadi Komplotan Maling Motor

Selama ini, dia kerap beraksi dalam perayaan sekaten di Solo. Namun, tidak pernah sekali pun dia beraksi dalam perayaan sekaten di Yogyakarta. Termasuk saat ada tradisi bekakak yang tidak jauh dari tempat dia bekerja.

“Pelaku ini adalah anak kesepuluh dari 13 bersaudara, tetapi yang dilatih hanya dia,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka mengakui nekat mencuri karena faktor ekonomi. Dia bekerja di salah satu toko buah yang ada di Pasar Gamping, Sleman. Semenjak ayahnya meninggal, dia amenjadi tulang punggung keluarganya. Apalagi, belakangan ibunya sakit.

“Saya butuh uang, Saya terdesak ekonomi,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini