3. Wanbin PG menyarankan kepada DPP-PG agar segera mengadakan rapat pleno untuk melakukan persiapan dan menetapkan jadwal rapat pimpinan nasional dalam rangka konsolidasi PG pasca Pemilu 2019 sekaligus melakukan persiapan dan menetapkan tanggal Munas pada akhir 2019 yang akan datang.
4. Wanbin PG berpendapat bahwa Munas 2019 nanti merupakan momentum untuk mengembalikan jati diri PG yang bersifat mandiri, terbuka, demokratis, moderat, solid, mengakar, responsif, majemuk, dan egaliter. Munas 2019 hendaknya merupakan titik awal bagi kemandirian dan kejayaan Partai Golkar 2024.
5. Oleh karena itu Wanbin PG berpendapat bahwa Munas 2019 terbuka bagi setiap kader PG yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk maju menjadi calon ketua umum PG agar terjadi persaingan sehat, terbuka, dan demokratis. Sehingga diharapkan Munas 2019 menjadi ajang kompetisi ide dan gagasan bagi para calon ketua umum dalam mengemban tugas 2019-2024 untuk mengembalikan kemandirian dan kejayaan PG.

6. Sebagai partai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang kemudian mencalonkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024, Wanbin PG berpendapat bahwa posisi politik PG hendaknya diselaraskan dengan penggarisan Anggaran Dasar partai yakni mandiri, responsif, majemuk, dan mengakar.
PG hendaknya menghindari ketergantungan kepada kekuasaan, merespons secara kritis kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan menjaga kemajemukan dalam masyarakat. Dengan demikian, PG dapat mendudukkan diri sebagai partai yang disegani kawan dan dihormati lawan serta mengakar dan mempunyai konstituen yang loyal di masyarakat.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.