nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risma Tak Mau Ikut Campur soal Polemik PDIP Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 19:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 519 2077747 risma-tak-mau-ikut-campur-soal-polemik-pdip-surabaya-HpRDpgObC1.jpg Tri Rismaharini saat kampanye

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini enggan ikut campur soal polemik yang terjadi di tubuh PDIP Surabaya. Kader PDI Perjuangan ini mengaku tidak tahu secara pasti mengenai persoalan yang terjadi di internal PDIP menjelang pilwali Surabaya yang akan digelar 2020 mendatang.

Polemik itu sendiri bermula ketika DPP PDIP menunjuk Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC PDIP Surabaya periode 2019-2024. Mantan jurnalis ini menggantikan Whisnu Sakti Buana yang telah menjadi ketua PDIP Surabaya selama dua periode.

Rupanya kebijakan DPP yang ditandatangani ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto tersebut, mendapat penolakan dari sebagian pengurus PAC yang ada di Kecamatan.

"Saya enggak ngerti," kata Risma pada wartawan saat dimintai tanggapan mengenai polemik yang terjadi di PDIP Surabaya ketika ditemui di gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Tri Rismaharini

Baca Juga: Mantan Jurnalis Nahkodai PDIP Surabaya

Risma mengatakan, dirinya baru sembuh dari sakit. Sehingga tidak mengerti persoalan yang terjadi di PDIP saat ini. ”Aku enggak weruh, aku kan loro (aku tidak tahu, aku habis sakit),” ujar Risma.

Sebagaimana diketahui, Risma memang sempat dirawat di RS Soewandhi dan RSUD dr Soetomo belum lama ini. Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengidap penyakit asma dan maag hasil diagnosa tim dokter saat itu.

Sikap diamnya Risma dimaknai oleh Analis Politik Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, sebagai sinyal bahwa Risma tetap satu frekuensi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara di DPC PDIP Kota Surabaya yang baru.

”Bu Risma mempunyai kedekatan khusus dengan Bu Mega, jadi tidak mungkin beda frekuensi. Karena keputusan di PDIP itu kan sangat kuat dari DPP, menurut saya, Bu Risma menyesuaikan frekuensi DPP PDIP. Memang lebih baik diam dan tidak masuk ke polemik ini,” ucap Surokim.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini