Baca Juga: Mantan Jurnalis Nahkodai PDIP Surabaya
Risma mengatakan, dirinya baru sembuh dari sakit. Sehingga tidak mengerti persoalan yang terjadi di PDIP saat ini. ”Aku enggak weruh, aku kan loro (aku tidak tahu, aku habis sakit),” ujar Risma.
Sebagaimana diketahui, Risma memang sempat dirawat di RS Soewandhi dan RSUD dr Soetomo belum lama ini. Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengidap penyakit asma dan maag hasil diagnosa tim dokter saat itu.
Sikap diamnya Risma dimaknai oleh Analis Politik Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, sebagai sinyal bahwa Risma tetap satu frekuensi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara di DPC PDIP Kota Surabaya yang baru.
”Bu Risma mempunyai kedekatan khusus dengan Bu Mega, jadi tidak mungkin beda frekuensi. Karena keputusan di PDIP itu kan sangat kuat dari DPP, menurut saya, Bu Risma menyesuaikan frekuensi DPP PDIP. Memang lebih baik diam dan tidak masuk ke polemik ini,” ucap Surokim.
(Angkasa Yudhistira)