nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung "Terapi Penyembuhan Gay", Menteri Pendidikan Israel Tuai Kecaman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 10:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 15 18 2078947 dukung-terapi-penyembuhan-gay-menteri-pendidikan-israel-tuai-kecaman-dzTf5WoQQW.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

YERUSALEM – Menteri pendidikan Israel pada Sabtu, menyuarakan dukungannya terhadap apa yang disebut dengan “terapi pengubah gay” untuk “menyembuhkan” mereka yang memiliki orientasi seksual penyuka sesama jenis.

Terapi konversi, upaya untuk mengubah orientasi seksual atau identitas gender melalui psikologis, spiritual dan, dalam kasus-kasus ekstrem, melalui cara-cara fisik, telah secara luas didiskreditkan di Barat dan dikecam oleh asosiasi kesehatan profesional seperti American Medical Association yang menilainya memiliki potensi bahaya.

Rafael Peretz, seorang rabi Ortodoks dan pimpinan Partai Serikat Kanan ultranasionalis yang menjabat sebagai menteri pendidikan Israel dalam koalisi yang dipimpin Netanyahu, mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bulan lalu bahwa dia yakin terapi konversi dapat bekerja. Dia mengatakan bahwa di telah melakukan terapi tersebut.

"Saya memiliki keakraban yang sangat mendalam dengan masalah pendidikan, dan saya juga telah melakukan ini," katanya kepada TV Channel 12 Israel sebagaimana dilansir Reuters, Senin (15/7/2019).

Peretz mencontohkan mengenai seorang pria gay yang dia rawat, berkata: “Pertama-tama, saya memeluknya. Saya mengatakan hal-hal yang sangat hangat kepadanya. Saya mengatakan kepadanya, 'Mari kita pikirkan. Mari belajar. Dan mari kita renungkan. 'Tujuannya adalah pertama-tama baginya untuk mengenal dirinya dengan baik ... dan kemudian dia akan memutuskan."

Rafael Peretz. (Foto: Reuters)

Pernyataan dari Peretz tersebut mengundang reaksi keras dari kubu kiri-tengah yang beraliran liberal dan kalangan LGBT negara itu. Kelompok advokasi LGBT Task Force Israel bahkan menuntut Peretz agar dipecat.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu yang berasal dari kalangan kanan pun turut menyatakan ketidaksetujuannya atas komentar Peretz, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu “tidak dapat diterima dan tidak menggambarkan posisi pemerintahnya. Dia juga mengatakan bahwa Peretz telah menyatakan "Sistem sekolah Israel akan terus menerima anak laki-laki dan perempuan Israel ... terlepas dari orientasi seksual mereka."

Pernyataan Peretz itu adalah kontroversi kedua yang ditimbulkan Peretz dalam waktu kurang dari satu pekan. Sebelumnya, pada Selasa, media Israel melaporkan bahwa dia telah memberi tahu sesama anggota Kabinet bahwa perkawinan campuran antara Yahudi dan non-Yahudi di Diaspora sama dengan "Holocaust kedua".

Perbandingan itu menimbulkan kemarahan di kalangan orang-orang Yahudi Amerika Serikat (AS), yang sebagian besar non-Ortodoks, dan mendapat teguran dari Liga Anti-Pencemaran Nama Baik, yang mengatakan pernyataan seperti itu membuat Holocaust kehilangan artinya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini