Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dukung "Terapi Penyembuhan Gay", Menteri Pendidikan Israel Tuai Kecaman

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 15 Juli 2019 |10:56 WIB
Dukung
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

Pernyataan dari Peretz tersebut mengundang reaksi keras dari kubu kiri-tengah yang beraliran liberal dan kalangan LGBT negara itu. Kelompok advokasi LGBT Task Force Israel bahkan menuntut Peretz agar dipecat.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu yang berasal dari kalangan kanan pun turut menyatakan ketidaksetujuannya atas komentar Peretz, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu “tidak dapat diterima dan tidak menggambarkan posisi pemerintahnya. Dia juga mengatakan bahwa Peretz telah menyatakan "Sistem sekolah Israel akan terus menerima anak laki-laki dan perempuan Israel ... terlepas dari orientasi seksual mereka."

Pernyataan Peretz itu adalah kontroversi kedua yang ditimbulkan Peretz dalam waktu kurang dari satu pekan. Sebelumnya, pada Selasa, media Israel melaporkan bahwa dia telah memberi tahu sesama anggota Kabinet bahwa perkawinan campuran antara Yahudi dan non-Yahudi di Diaspora sama dengan "Holocaust kedua".

Perbandingan itu menimbulkan kemarahan di kalangan orang-orang Yahudi Amerika Serikat (AS), yang sebagian besar non-Ortodoks, dan mendapat teguran dari Liga Anti-Pencemaran Nama Baik, yang mengatakan pernyataan seperti itu membuat Holocaust kehilangan artinya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement