nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Sri Lanka Tuduh Bandar Narkoba Berada di Balik Pengeboman Paskah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 15:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 18 2079622 presiden-sri-lanka-tuduh-bandar-narkoba-berada-di-balik-pengeboman-paskah-QIaPxdHICK.jpg Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. (Foto: Reuters)

COLOMBO – Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena pada Senin, 15 Juli mengklaim sindikat obat bius internasional sebagai pihak yang mengatur serangan bom di Colombo pada Hari Paskah. Pernyataan Sirisena itu bertolak belakang dengan klaim sebelumnya yang menyalahkan serangan bom tersebut pada kelompok Islamis.

Pernyataan muncul di tengah upaya penumpasan narkotika nasional, dengan Sirisena yang berkeinginan untuk memperkenalkan kembali hukuman mati untuk pelanggaran narkoba.

Pihak berwenang mengatakan kelompok Islamis Sri Lanka, National Thowheeth Jama'ath (NTJ) bertanggung jawab atas pengeboman bunuh diri di gereja-gereja dan hotel-hotel yang menewaskan sedikitnya 258 orang pada April. Serangan-serangan itu kemudian diklaim oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

BACA JUGA: Sri Lanka Pertimbangkan Pelarangan Burka Setelah Pengeboman Paskah

Sehari setelah pengeboman, kantor Sirisena mengatakan bahwa teroris lokal dan kelompok teror internasional bertanggung jawab atas serangan itu.

Namun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada Senin, Sirisena mengatakan serangan itu "adalah ulah dari pengedar narkoba internasional".

"Bandar narkoba melakukan serangan ini untuk mendiskreditkan saya dan mencegah gerakan anti-narkotika saya. Saya tidak akan terhalang," katanya sebagaimana dilansir AFP, Selasa (16/7/2019).

Namun, juru bicara untuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe telah membantah pernyataan dari sang presiden.

BACA JUGA: Diralat, Jumlah Korban Tewas Serangan Bom Sri Lanka Berkurang Lebih dari 100 Orang

"Polisi menyelesaikan penyelidikan dalam waktu sekitar dua pekan," kata Juru Bicara, Sudarshana Gunawardana kepada AFP. "Tidak disebutkan tentang pengedar narkoba yang terlibat. Kami tidak punya alasan untuk meragukan penyelidik kami."

Para pejabat kepolisian mengatakan penyelidikan terhadap bom bunuh diri 21 April masih berlangsung, dan lebih dari 100 orang yang ditahan adalah warga Sri Lanka.

"Kami bekerja atas dasar bahwa ini adalah kejahatan yang direncanakan dan dieksekusi oleh sekelompok Muslim Sri Lanka yang diradikalisasi," kata seorang pejabat senior polisi yang tidak disebutkan namanya kepada kepada AFP.

"Semua orang yang terlibat dalam serangan itu telah mati atau dalam tahanan."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini