Namun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada Senin, Sirisena mengatakan serangan itu "adalah ulah dari pengedar narkoba internasional".
"Bandar narkoba melakukan serangan ini untuk mendiskreditkan saya dan mencegah gerakan anti-narkotika saya. Saya tidak akan terhalang," katanya sebagaimana dilansir AFP, Selasa (16/7/2019).
Namun, juru bicara untuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe telah membantah pernyataan dari sang presiden.
BACA JUGA: Diralat, Jumlah Korban Tewas Serangan Bom Sri Lanka Berkurang Lebih dari 100 Orang
"Polisi menyelesaikan penyelidikan dalam waktu sekitar dua pekan," kata Juru Bicara, Sudarshana Gunawardana kepada AFP. "Tidak disebutkan tentang pengedar narkoba yang terlibat. Kami tidak punya alasan untuk meragukan penyelidik kami."