Amien Sebut Porsi 55-45, PKB: Tamu Baru Datang Malah Ngatur-Ngatur!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 13:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 22 606 2081996 amien-sebut-porsi-55-45-pkb-tamu-baru-datang-malah-ngatur-ngatur-lUuF0bUK9R.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menolak pembagian porsi 55-45 yang diajukan, oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sebagai syarat rekonsiliasi.

Ketua DPP PKB Jazijul Fawaid mengatakan, pihaknya saja yang sedari awal tergabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin tidak pernah mensyaratkan hal yang diungkapkan Amien Rais.

"PKB, Nasdem, PDIP, Golkar atau semua partai yang tergabung itu tidak mempersyaratkan bagi-bagi kursi, ini aneh tamu baru datang itu malah ngatur-ngatur," kata Jazilul di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, apa yang disebut Amien Rais merupakan syarat yang tidak relevan. Seharusnya rekonsiliasi dimaknai dengan membangun negara yang baik di dalam maupun di luar.

"Kalau kemudian mempersyaratkan ini itu, saya yakin Pak Jokowi dengan partai-partai koalisi akan keberatan dengan cara itu, karena dalam koalisi sendiri nggak pernah itu apa namanya berkoalisi dengan cara bagi-bagi kursi," ungkapnya.

 Amien rais

Jazilul menduga Amien memiliki khayalan sendiri terkait kekuasaan dan hal itu tentu tidak akan disukai oleh Jokowi. Ia pun meminta agar Amien move on dari kekalahan Pilpres 2019 tersebut.

"Sudah lah menurut saya, move on lah, bahwa negara ini perlu bersama-sama dibangun tapi tidak dengan cara transaksional dengan cara politik dagang sapi tapi dengan cara negarawan, semuanya baik yang dikoalisi itu juga ingin bangsa ini dibangun dengan bersama-sama," ungkapnya.

Jazilul justru lebih setuju dengan ucapan Amien yang meminta untuk oposisi sebab posisi tersebut sama baiknya demi membangun bangsa.

"Itu lebih bagus, karena opisisi juga mulia, oposisi itu bukan tidak memberikan kontribusi, memberikan kontribusi kepada pemerintah di luar pemerintahan itu namanya oposisi. Kalau dia mempersyaratkan dengan itu hilanglah itu posisi itu. Yang ada dagang sapi. Kalau kaya gitu pak Amin mending oposisi itu lebih bagus," tambahnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini