nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Dilakukan DLH Solo Sikapi Kasus Bayi Tewas Tertimpa Pohon

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 14:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 512 2082507 ini-yang-dilakukan-dlh-solo-sikapi-kasus-bayi-tewas-tertimpa-pohon-WBSEGibSDT.jpg (Foto: Solopos)

SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengawasi deretan pohon terdampak pembongkaran jalur hijau di Jalan Slamet Riyadi, Solo sebelah utara. Perakaran ratusan pohon itu dikhawatirkan melemah akibat tanah di sekelilingnya dikeruk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sri Wardhani Purbawidjaja mengatakan, pihaknya telah mendata pohon rawan tumbang untuk dipangkas berdasarkan prioritas.

“Kami sudah melakukan pendataan pohon rawan tumbang, tapi enggak bisa dalam sehari itu langsung semua dipangkas. Alat dan tenaganya terbatas, harus mengantre," ungkap dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (22/7/2019).

Dia menambahkan data pohon rawan tumbang itu didapat dari petugas penanggung jawab jalur hijau dan turus jalan.

"Mana yang benar-benar rapuh kami prioritaskan untuk ditebang. Ya ndilalah, apes sekali, ada kejadian anak kecil tertimpa sampai meninggal. Saya turut berduka cita,” kata dia.

TKP pohon tumbang di Solo.

Bayi 1,5 tahun, Kaifan Azzam Nur Rido, yang tertimpa pohon palem di City Walk, Purwosari, Solo, Minggu (21/7) meninggal dunia Senin (22/7) Pukul 11.20 WIB di RS Kasih Ibu Solo.

Lebih lanjut, Dhani, sapaan akrab Sri Wardhani Purbawidjaja, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memangkas ranting dan batang pohon di bekas jalur hijau Jalan Slamet Riyadi sebelah utara.

Hal itu dilakukan agar perakaran tidak melemah karena terlalu berat menanggung beban ranting dan batang.

“Ranting dan batang harus dikurangi agar beban pohon tidak terlalu berat, karena perakaran naik setelah tanah sekelilingnya dikeruk. Kami juga melakukan penjarangan. Sambil lihat posisi pohonnya apakah perlu diganti pohon baru atau tidak. Tapi enggak sembarangan tebang, ada pertimbangan. Misalnya dalam tiga meter ada lima pohon berdekatan, ya itu akan dijarangkan,” ucap Dhani.

Sekretaris DPUPR Solo, Arif Nurhadi, mengatakan pohon yang dinilai berakar lemah atau berpotensi tumbang akan ditebang. Namun, pihaknya berjanji akan menggantinya dengan pohon baru.

“Ya, nanti kelihatan pohon yang kuat dan tidak, akan ada penjarangan. Tapi tidak semuanya dihabiskan. Itu yang tahu DLH. Kalau pohonnya langka, bisa dipindah ke tempat lain,” kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini