nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Kebakaran Hutan Gunung Panderman yang Terus Meluas

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 02:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 519 2082287 fakta-fakta-kebakaran-hutan-gunung-panderman-yang-terus-meluas-u3yCJgtKRJ.jpg Kebakaran hutan di Gunung Panderman terus meluas (Foto: Avirista/Okezone)

BATU - Area hutan di kawasan Gunung Panderman yang terbakar terus meluas dari titik api awal pada Minggu malam 21 Juli 2019. Pihak BPBD Kota Batu sendiri telah berkordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan upaya pemadaman.

Berikut fakta-fakta terbakarnya hutan Gunung Panderman yang dirangkum okezone.

1. Api Terlihat dari Malang

Kebakaran di hutan Gunung Panderman pertama kali diketahui pada Minggu malam sekira pukul 19.45 WIB oleh warga. Bahkan, titik api terlihat hingga di Malang.

"Posisi saya di wilayah dekat perbatasan Dau dengan Kota Batu-nya. Ada seperti cahaya merah di atas pukul 19.45 WIB dan terus membesar. Ternyata baru sadar kalau itu dari kebakaran hutan di Gunung Panderman," ungkap Wahyu Dianto, salah satu warga Malang.

Di sisi lain warga Karangploso, Girun menyatakan api juga terlihat dari sisi Karangploso yang berada di utara gunung.

"Semalam memang besar pada pukul 22.00 WIB-an," tuturnya.

Kebakaran Hutan di Gunung Panderman

2. Api Berawal dari Petak 227

Sumber api di hutan Gunung Panderman disebut BPBD Kota Batu berasal dari petak 227 yang ada di lereng sebelah timur.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan titik api awalnya di petak 227 sebelum merambat ke area lainnya.

"Titik awal api di petak 227. Tadi pagi tim kami sudah menuju lokasi, berusaha memadamkan api," beber Rochim.

3. 5 Pendaki Dievakuasi dari Gunung Panderman Terbakar

Saat hutan Gunung Panderman terbakar setidaknya ada 5 pendaki yang masih berada di atas. Bahkan 2 pendaki sempat dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya dievakuasi turun oleh BPBD.

"Memang semalam ada 5 pendaki yang di atas, 3 orangnya sudah perjalanan turun, 2 orangnya asal Mojokerto kita evakuasi turun," jelas Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Batu, Suhartono.

4. BPBD Kota Batu Tetapkan Status Darurat

Setelah upaya pemadaman hingga Senin pagi belum berhasil, pihak BPBD Kota Batu menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan.

"Titik api awalnya hanya tiga sekarang meluas. Makanya kita tingkatkan status tanggap darurat," tutur Rochim.

Kebakaran Hutan di Gunung Panderman (foto: Istimewa)

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Gunung Panderman Kian Meluas

Baca Juga: Soal Kabinet Kerja Jilid II, M Nasir : Menteri Urusan Presiden

5. Area Terbakar Kian Meluas

Hingga Senin sore sekitar pujuk 15.15 WIB luas hutan yang terbakar kian meluas. Bahkan hutan yang terbakar merambat ke area selatan gunung mendekati hutan lindung dan hutan produksi.

"Kalau dari citra satelit luas area yang terbakar 17,7 hektar, tapi kalau di lapangan sekitar 25 hektar. Dari pagi tadi mencapai 22 hektar," terang Koordinator TRC BPBD Kota Batu, Suhartono.

Dari pantauan di lapangan sendiri, kepulan asap mengarah ke selatan bagian bawah. Sedangkan asap yang di atas dimana titik awal api sudah mulai berkurang.

"Kalau laporan dari atas memang titik api awal sudah mulai padam. Sekarang turun ke bawah bagian selatan," tambahnya.

6. Pendakian Gunung Panderman Ditutup

Luasnya hutan Gunung Panderman yang terbakar membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama BPBD Kota Batu menutup akses pendakian.

"Betul, memang akses pendakian ke Gunung Panderman dan Gunung Butak kita tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan," ungkap Rochim.

7. 100 Personel Dikerahkan Padamkan Api

Kebakaran hutan di Gunung Panderman membuat BPBD Kota Batu bersama sejumlah elemen turun tangan menerjunkan personelnya.

Kebakaran Hutan di Gunung Panderman

Setidaknya lebih dari empat elemen terlibat mulai dari BPBD, SAR, polisi, TNI, Ormas, LMDH, relawan, hingga masyarakat sekitar terdiri ikut terlibat dalam misi pemadaman api.

"Total ada 100 personel. Itu kemungkinan akan kami tambah bila besok belum juga padam," kata Rochim.

8. Pemadaman dengan Cara Manual

Petugas gabungan memadamkan api yang terbakar di hutan Gunung Panderman hanya dengan bermodalkan peralatan manual seperti dahan dan ranting.

"Kami memadamkan api dengan cara manual. Metode gebyok dengan memukul - mukul semak - semak yang terbakar dengan ranting dan dahan," ucap Koordinator TRC BPBD Kota Batu, Suhartono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini