nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Korban Order Fiktif, Pemilik Warung Bebek Rugi Rp40 Juta

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 04:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 519 2086165 jadi-korban-order-fiktif-pemilik-warung-bebek-rugi-rp40-juta-2Zbd30o6qY.jpg Pemilik warung bebek jadi korban order fiktif. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG – Pemilik warung bebek Ciphuk, Riski Riswandi, mendatangi Polres Malang Kota lantaran mengaku menjadi korban order fiktif di aplikasi ride hailing Grab.

Dalam 3 hari, Riski mengaku orderan yang masuk ke warungnya dapat mencapai Rp40 juta. Padahal, dalam beberapa hari terakhir warungnya tutup.

"Saya tidak merasa membuat pesanan yang masuk. Warung saya juga sudah tutup," tutur pemilik warung Bebek Ciphuk, Riski Riswandi, Rabu (31/7/2019).

Ia menjelaskan, pada Sabtu, 27 Juli 2019, ada telepon dari seorang driver ojek online yang mengeluh warung bebek miliknya tutup tutup. Sementera dalam aplikasi, Bebek Ciphuk tetap buka.

"Setelah itu driver bilang kalau hal ini bisa disalahgunakan. Kemudian saya cek," ucapnya.

Riski yang penasaran kemudian membuka email dari Grab dan kaget melihat transaksi di warungnya mencapai Rp15 juta. Dalam tiga hari, orderan di warungnya tembus Rp40 juta dan 25 persennya wajib disetorkan ke Grab.

Riski sempat datang ke warung miliknya dan menemukan puluhan driver Grab mangkal. Di sana, tercecer sejumlah bukti transaksi palsu yang diketahui hasil penggunaan aplikasi.

"Ini di struk tertulis (aplikasi-red). Tinggal download saja aplikasi itu bisa bikin struk palsu," tuturnya.

Pemilik warung bebek jadi korban order fiktif hingga merugi Rp40 juta. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)

Riski telah mengadukan order fiktif tersebut kepada Polres Malang Kota. Kata Riski, dia dianjurkan untuk terlebih dulu melapor kepada Grab.

"Ini kan kami masih nunggu invoice dari Grab, biasanya akhir bulan. Jadi kami disarankan untuk mengadu ke Grab dulu," tuturnya.


Baca Juga : Polisi Ringkus 5 Pelaku Order Fiktif Taksi Online di Surabaya

Pihaknya mengaku telah melaporkan orderan fiktif ke Grab. Namun hingga ia membuat laporan ke Polres Malang Kota masih dalam proses kelengkapan berkas transaksi.

Sementara itu, pihak Polres Malang Kota yang telah menerima laporan tersebut belum angkat bicara. Korban masih terus diperiksa kepolisian hingga Rabu malam di Mapolres Malang Kota.


Baca Juga : ABG Ini Akui Tipu Ojek Online 185 Kali dengan Order Fiktif

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini