Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Plus-Minusnya Bekasi dan Depok jika Bergabung ke DKI Jakarta

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 23 Agustus 2019 |07:24 WIB
Ini Plus-Minusnya Bekasi dan Depok jika Bergabung ke DKI Jakarta
Jalan Gatot Subroto, salah satu kawasan padat di Jakarta (Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kota Bekasi dan Depok memilih bergabung ke DKI Jakarta ketimbang masuk ke Provinsi Bogor Raya yang kini sedang disulkan pemekaran. Namun, Bekasi dan Depok memiliki sisi negatif-positif atau plus-minusnya jika bergabung ke DKI. Apa itu?

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Jakarta, Trubus Rahadiansyah, Depok dan Bekasi wajar ingin bergabung Jakarta. Pasalnya dari sisi kesejahteraan masyarakat akan meningkat apabila daerah tersebut jadi bagian dari kota administratif DKI.

"Kalau dari sisi kesejahteraan masyarakat lebih baik. Semakin baik karena DKI kaya sumber keuangannya, dan infrastrukturnya lebih baik. Lalu ada integrasi transportasi," kata Trubus saat berbincang dengan Okezone, Jumat (23/8/2019).

Trubus menerangkan, aspek pelayanan publik juga akan semakin baik apabila Bekasi dan Depok bergabung ke Jakarta. Oleh karena itu wajar saja bila masyarakat di dua daerah tersebut sepakat bila kotanya bergabung ke Jakarta.depok

Jembatan Mampang di Depok (Wahyu/Okezone)

"Pelayanan akan lebih baik. Dari perspektif masyarakat, lebih suka ke Jakarta," ucap dia.

Baca juga: Alasan Depok Pilih Gabung ke DKI Jakarta jika Terjadi Pemekaran

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement