nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Patung Eyang Bancolono di Tawangmangu Dicuri Satpam

Jum'at 23 Agustus 2019 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 512 2095770 patung-eyang-bancolono-di-tawangmangu-dicuri-satpam-Kyve3F3LNh.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KARANGANYAR - Patung Eyang Bancolono di Sendang Bancolono, Dukuh Tlogodringo, RT 004/RW 007, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, dicuri pada Kamis 22 Agustus 2019 sekira pukul 12.15 WIB.

Aksi pencuri itu tepergok istri penjaga sendang. Upaya penangkapan pelaku pun sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dan baru terhenti saat pelaku terhalang iring-iringan karnaval.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pelaku pencurian itu ada tiga orang. Mereka mengambil kepala patung di Sendang Bancolono.

Tiga orang pelaku tercatat sebagai warga Kecamatan Maospati, Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mereka AB (46), petugas satpam salah satu tambang batubara di Kalimantan Timur (Kaltim), SH (47), petugas satpam di salah satu bank pelat merah di Kabupaten Madiun, dan AH (43), buruh.

Para pelaku sudah ditangkap dan dibawa ke Polres Karanganyar tidak lama setelah beraksi. Kejadian bermula saat empat orang terdiri dari tiga lelaki dewasa dan seorang anak kecil datang ke kawasan Sendang Bancolono.

 Pencurian

Mereka mengendarai mobil Honda Brio merah pelat nomor AE 1912 BX. Mereka langsung masuk ke salah satu ruang di kompleks Sendang Bancolono. Sendang Bancolono berada di wilayah perbatasan Karanganyar dengan Magetan.

Sendang Bancolono dijaga pasangan suami-istri, Purharyanto alias Best dan Tri Andriani. Saat kejadian, Purharyanto sedang membersihkan rumput di tebing tidak jauh dari sendang.

Empat orang itu bertemu istri Purharyanto, Tri. Sempat terjadi percakapan di antara mereka. Salah satu pelaku bertanya apakah sendang dijaga orang. Tri menjawab suaminya penjaga Sendang Bancolono.

Purharyanto menceritakan tiga menit setelah mereka datang, para pelaku itu keluar sambil membawa sesuatu di dalam tas.

"Kata istri saya, mereka keluar tergesa-gesa. Istri lihat mereka bawa kepala patung," kata Purharyanto seperti dilansir Solopos.com.

 Pencurian

Purharyanto langsung pulang saat mendengar istrinya berlari ke arah tebing dan berteriak minta tolong. Dia kemudian berupaya mengejar pelaku dengan sepeda motornya. Selama pengejaran kurang lebih lima kilometer, Purharyanto berteriak maling tetapi tidak ada satu pun orang merespons atau berusaha membantu.

Purharyanto mengaku tidak hafal mobil pelaku, tetapi dia ingat salah satu pelaku mengenakan baju putih, topi, dan memangku anak kecil. Aksi kejar-kejaran diwarnai upaya pelaku menghentikan Purharyanto saat hendak menyalip mobil dari sisi kanan.

Upaya pelaku melarikan diri terhenti karena terjebak rombongan Karnaval Pembangunan di Kecamatan Tawangmangu. Rute karnaval dari depan Pasar Tawangmangu hingga objek wisata Taman Balekambang.

Polisi mengalihkan arus lalu lintas masuk ke jalan kampung. Saat itulah Purharyanto berhasil menghentikan laju mobil pelaku. Sempat terjadi cekcok antara Purharyanto dengan salah satu pelaku.

"Di situ pas ada Banser dan anggota Polsek Tawangmangu sedang pengamanan. Mereka mau belok kanan masuk jalan kampung. Langsung saya adang pakai motor. Infonya mau dijual itu patung. Tapi enggak tahu sama siapa. Dia bawa martil besar seberat 15 kilogram itu," ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Tetapi Kapolsek enggan memberikan keterangan detail karena kasus tersebut ditangani Satuan Reskrim Polres Karanganyar.

Is, sapaan akrabnya, menyampaikan anggota Polres Karanganyar dan Inafis Polres Karanganyar sudah mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini