Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panglima TNI Buka Dialog, tapi Massa Demo Serang Aparat

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Rabu, 28 Agustus 2019 |19:57 WIB
Panglima TNI Buka Dialog, tapi Massa Demo Serang Aparat
Panglima TNI ingin berdialog dengan kelompok Egianus Kagoya (Foto: Puspen TNI)
A
A
A

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjhajanto, mengatakan TNI siap membuka dialog dengan kelompok pemberontak Papua yang dipimpin Egianus Kogoya, untuk menghentikan konflik dan menciptakan Papua yang lebih damai.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai menggelar tatap muka dengan Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Se-Kabupaten Mimika dan Wamena guna menyikapi perkembangan situasi Papua. bertempat di Rimba Papua Hotel, Timika Papua, Rabu (28/8/2019). Hal serupa juga disampaukan saat pertemuan dengan tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Biak dan Jayapura sehari sebelumnya pada Selasa 27 Agustus 2019.

“Saya ingin berdialog dengan kelompok Egianus Kogoya Cs," kata Panglima TNI.

Panglima TNI menggelar dialog di Papua (Foto: Puspen TNI)

Di samping itu, Hadi menyampaikan bahwa penebalan pasukan di Kabupaten Nduga dilakukan karena wilayah tersebut belum dinyatakan kondusif.

“Ada penambahan pasukan di Nduga untuk menyikapi peristiwa pembantaian 34 karyawan Istaka Karya yang sedang membangun jalan dan jembatan disana. Sebelumnya sudah ada peristiwa-peristiwa kekerasan tapi kita tak tambah pasukan, tapi kejadian pembantaian terhadap 34 karyawan Istaka Karya ini menghentakan kita semua, sehingga kita menambah pasukan untuk mengamankan daerah itu,” tuturnya.

Jika ada yang meminta agar pasukan ditarik kembali, Marsekal Hadi pun balik bertanya apakah ada yang bisa menjamin bahwa situasinya akan betul-betul aman dan Kelompok Kriminal Bersenjata di sana tidak melakukan kekerasan?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement