Siti membenarkan pada tahun ini memang cuaca di Indonesia memang agak panas. Alhasil hotspots tinggi sampai lebih dari 200% kenaikan. "Tapi areal yang terbakar masih lebih rendah dari tahun lalu yaitu 328 ribu hektare tahun ini dan 510 ribu hekatare tahun 2018 lalu," jelasnya.
Pemerintah telah melakukan langkah simultan dengan menerjunkan 52 unit helikopter untuk melakukan operasi waterbombing. Selain itu, waterbombing sudah memakai air hampir 300 juta liter.
"(Jadi) sangat banyak. Juga sudah dengan TNI dan Polri lebih kurang 23 ribu personil untuk lokasi 7 provinsi," paparnya.
Baca juga: Langit di Muarojambi Merah Gelap Akibat Tertutup Asap Karhutla
Siti menerangkan, langkah penegakan hukum dari KLHK dan Polri juga telah intensif berlangsung. Teknik modifikasi cuaca untuk hujan buatan juga sudah dilakukan dengan hujan yang sudah mulai ada di Riau, Kalteng, Kaltim dan Kalsel.