JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara terkait polemik Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang ditolak banyak pihak.
Jokowi menerima para tokoh bangsa ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Dalam pertemuan itu, Kepala Negara mendapatkan masukan bahwa RKUHP yang telah ditunda pengesahannya itu terlalu mengatur wilayah privat.
"Kemudian berkaitan dengan RUU KUHP, banyak sekali masukan-masukan yang tadi kami terima. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas masukan-masukan baik yang berkaitan dengan hukum yang terlalu masuk ke wilayah privat misalnya," kata Jokowi.