nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertama Kali dalam Lima Dekade, Hong Kong Aktifkan UU Darurat untuk Atasi Kekerasan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 15:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 04 18 2112902 pertama-kali-dalam-lima-dekade-hong-kong-aktifkan-uu-darurat-untuk-atasi-kekerasan-2xp9FB3ryD.jpg Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. (Foto: Reuters)

HONG KONG – Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Jumat, mengaktifkan kewenangan darurat dari masa kolonial untuk pertama kalinya dalam 50 tahun sebagai langkah drastis guna mengatasi kekerasan yang meningkat di kota itu.

Berbicara dalam konferensi pers, Lam mengatakan bahwa larangan memakai masker wajah akan berlaku pada Sabtu di bawah undang-undang darurat yang memungkinkan pihak berwenang untuk "membuat peraturan apa pun" yang mereka anggap untuk kepentingan umum.

BACA JUGA: Demonstran Hong Kong Injak-Injak Bendera China, Rusak Mal dan Stasiun

Banyak pengunjuk rasa memakai topeng untuk menyembunyikan identitas mereka karena takut majikan bisa menghadapi tekanan untuk mengambil tindakan terhadap mereka. Kelompok-kelompok pro-Beijing telah mendorong undang-undang untuk melarang penggunaan topeng di demonstrasi.

"Kebrutalan polisi menjadi lebih serius dan pembentukan undang-undang anti-topeng adalah untuk mengancam kita agar tidak melakukan protes," kata seorang pengunjuk rasa, yang meminta diidentifikasi sebagai Chan, seorang pekerja industri keuangan berusia 27 tahun sebagaimana dilansir Reuters.

Foto: Reuters

Tidak jelas bagaimana pemerintah Hong Kong akan menerapkan larangan mengenakan masker di sebuah kota itu. Banyak di antara 7,4 juta penduduk Hong Kong memakai masker setiap hari untuk melindungi diri mereka terhadap infeksi setelah wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang mematikan pada 2003.

Protes anti-pemerintah yang telah berlangsung selama empat bulan di Hong Kong telah membuat wilayah bekas koloni Inggris itu terjerumus ke dalam krisis politik terbesarnya sejak diserahkan kepada Beijing pada 1997. Demonstrasi itu juga telah menciptakan tantangan serius bagi Pemimpin China Xi Jinping.

Kekerasan meningkat pada Selasa, saat China memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Polisi menembakkan sekira 1.800 voli gas air mata, 900 peluru karet dan enam peluru hidup, salah satunya mengenai seorang remaja berusia 18 tahun.

Remaja yang diidentifikasi bernama Tony Tsang itu ditembak dari jarak dekat ketika ia melawan seorang petugas polisi dengan menggunakan apa yang tampak seperti tongkat. Dia telah didakwa atas tuduhan melakukan kerusuhan, yang dapat dijatuhi hukuman maksimal 10 tahun, dan menyerang seorang petugas. Tsang dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Penembakan membuat marah para pengunjuk rasa yang mengamuk di seluruh kota, melemparkan bom bensin, memblokir jalan dan memulai kebakaran ketika polisi merespons dengan gas air mata.

BACA JUGA: Momen Demonstran Hong Kong Ditembak Polisi dari Jarak Dekat Terekam Kamera

Demonstrasi yang dimulai sebagai protes terhadap undang-undang ekstradisi yang diusulkan, yang bisa membuat orang dikirim untuk diadili di pengadilan daratan, telah berkembang menjadi seruan untuk lima tuntutan, termasuk hak pilih universal dan penyelidikan atas dugaan kebrutalan polisi.

Kemarahan para demonstran juga diperparah oleh penembakan polisi terhadap seorang siswa sekolah menengah selama bentrokan pada Selasa. Lebih banyak aksi unjuk rasa diperkirakan akan terjadi sore dan akhir pekan.

Menurut dokumen yang dilihat Reuters, pihak berwenang telah melonggarkan pedoman tentang penggunaan kekerasan oleh polisi untuk menghadapi para demonstran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini